Main Menu

Mendagri Minta Penundaan Pilkada Tak Lebih Dari 14 Hari

Ervan
09-12-2015 09:17

Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo (GATRAnews/Erry Sudiyanto)

Jakarta, GATRAnews - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo meminta penundaan jadwal pemilihan kepala daerah di beberapa daerah tak lebih dari 14 hari. Penundaan dilakukan untuk persiapan Komisi Pemilihan Umum untuk mencetak surat suara.

 

"Undang-undang menyebutkan maksimum 21 hari tapi saya minta maksimum 14 hari," ujar Tjahjo di kantornya, Rabu (8/9).

 

Penundaan pilkada terpaksa harus dilakukan di Provinsi Kalimantan Tangah akibat putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara yang mengabulkan gugatan Ujang Iskandar dan Jawawi. Pasangan calon gubenur nomor urut tiga itu akhirnya diperbolehkan ikut dalam pemilihan kepala daerah Kalimantan Tengah.

 

Keputusan ini terkait dengan Nomor Perkara 29/G/Pilkada/2015/PTTUN.JKT, gugatan pihak calon Gubernur dan Wakil Gubernur Kalimantan Tengah, Ujang Iskandar dan Jawawi, melawan Komisi Pemilihan Umum RI.Selain Kalteng, ada dua daerah lain yang terancam ditunda pilkadanya, yakni di Manado dan Simalungun yang juga berperkara di PT TUN.

 

Tjahjo mengatakan pilkada akan dilaksanakan saat KPU Kalimantan Tengah telah  siap mencetak  surat suara. "Ini bukan salah KPU karena masalah hukum, keputusan hukum yang gugatan dan sidang mepet, cetak surat suara itu perlu waktu satu minggu," ucapnya.


Reporter: Ervan Bayu

Editor: Dani Hamdani  


Klik www.gatra.com/telkomsel untuk daftar online kartuHalo Telkomsel tanpa harus datang ke kantor GraPARI

Ervan
09-12-2015 09:17