Main Menu

Risma Dampingi Megawati di Surabaya, Sekjen PDIP: Risma dipertimbangan Cagub DKI

Dani Hamdani
01-05-2016 16:24

Ketum PDI-P Megawati Soekarnoputri bersama Walikota Surabaya Tri Rismaharini (ANTARA/Risyal Hidayat/HR02)

Surabaya , GATRANews - Walikota Surabaya Tri Rismaharini hari ini sibuk bebenah untuk perayaan  Hari Jadi Kota Surabaya (HJKS) ke-723.  Rangkaian peringatan itu dimulai hari ini, dengan Surabaya Shoping Festival yang bakal berlangsung sebulan penuh. Tapi ada tamu istimewa Risma hari ini, yaitu kehadiran Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri.

 

Isu hangat seputar dua wanita ini adalah, Megawati yang bakal menentukan siapa calon Gubernur Jakarta, dan nama Risma digadang-gadang sebagai salah satu kandidatnya. Risma, PNS yang menjadi walikota Surabaya disokong oleh PDI Perjuangan. Apakah Megawati meminta Risma ikut gelanggang di Jakarta?

 

Selama kunjungannya di Surabaya hari ini Megawati sama sekali tidak mau berkomentar terkait persiapan Pilkada DKI Jakarta yang akan berlangsung 2017 itu.

 

Sedangkan, Tri Rismaharini yang turut mendampingi putri Presiden RI pertama tersebut selalu mengalihkan pembicaraan saat ditanyai terkait kesiapannya memimpin Ibu Kota selama lima tahun ke depan.

 

"Sudah, sudah. Ibu mau saya tunjukkan bunga di sana," kata Risma sembari berjalan dan mengelilingi Taman Harmoni Surabaya. 

 

Sekretaris Jenderal Dewan Pimpinan Pusat Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Hasto Kristiyanto yang juga datang ke Surabaya yang buka suara. Menurutnya, Tri Rismaharini masuk dalam pertimbangan sebagai bakal calon Gubernur DKI Jakarta.

 

"Siapapun kepala daerah yang saat Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2015 memperoleh suara di atas 82 persen maka masuk dalam pertimbangan," ujarnya kepada wartawan di Surabaya, Minggu.

 

Ia menjelaskan, ada beberapa daerah yang pada Pilkada lalu meraih suara cukup signifikan, salah satunya Surabaya, sehingga termasuk dalam kriteria di internal partai politik.

 

"Ada sekitar delapan daerah yang suaranya di atas 82 persen dan mereka mendapat kesempatan sama, bahkan untuk memimpin DKI sekalipun," ujarnya seperti dilaporkan Antara.

 

Para kepala daerah yang dipertimbangkan ini, kata dia, merupakan langkah proaktif partai untuk mencari sosok sesuai keinginan rakyat di Jakarta.

 

Kendati demikian, pihaknya tetap menghormati proses penjaringan di internal yang maju melalui pendaftaran sebagai bakal calon gubernur maupun wakil gubernur DKI Jakarta periode 2017-2022.

 

Total terdapat 35 nama yang mendaftar dan nantinya akan dilakukan proses berikutnya, yakni dengan melakukan uji kepatutan sebagai seorang calon pemimpin.

 

"Tentu mereka-mereka ini adalah skala prioritas. Akan ada kajian lanjutan serta uji kepatutan terhadap kepemimpinan mereka berkomitmen membangun DKI," katanya.

 

Ke depan, lanjut dia, nama-nama yang ada akan mengerucut, baik berdasarkan proses pendaftaran maupun pemetaan politik terhadap para kepala daerah.

 

"Bahkan prosesnya siapapun yang maju harus mendaftar. Seperti Joko Widodo lalu, saat itu kuat dorongan agar maju sebagai calon Gubernur DKI dari rakyat banyak. Kemudian beliau mendaftar dan mendapat rekomendasi dari ketua umum," katanya.


Editor: Dani Hamdani  


Klik www.gatra.com/telkomsel untuk daftar online kartuHalo Telkomsel tanpa harus datang ke kantor GraPARI
Dani Hamdani
01-05-2016 16:24