Main Menu

Manilka: Warga Jakarta Tak Soal Cagub Independen atau Parpol

Iwan Sutiawan
20-06-2016 01:22

Pemaparan hasil survei Manilka (GATRAnews/Iwan Sutiawan/yus4)

 
Jakarta, GATRAnews - Warga Jakarta tidak mempersoalkan apakah calon gubernur diusung partai politik atau melalui jalur perseorangan (independen) pada pemilihan gubernur tahun 2017, sehingga kandidat dari dua jalur itu sama-sama mempunyai peluang. Hal itu dikatakan Managing Director Manilka Harzaky Mahendra Putra, di Jakarta, Minggu (19/6).

"Kalau dari partai politik 56,5% mendukung. Kalau dari independen bagaimana? Sama, nggak jauh beda angkanya (56,5%)," kata Harzaky.
Dengan demikian, lanjut Harzaky, hasil survei tentang kandidat gubernur DKI Jakarta membuktikan, bahawa calon gubernur yang diusung partai politik dan independen, sama-sama menjaga asa. "Bahwa apakah maju dari Parpol, nggak ada kaitannya. Jadi Parpol punya peluang, independen juga punya peluang," ujarnya.
 
Sedangkan untuk agama calon gubernur, sebanyak (59,%) responden menginginkan beragama Islam, sedangkan (40%) menilai tidak harus dari agama tertentu atau tidak mempetimbangkan latar belakang agama sang calon, dan (0,3%) menginginkan dari Protestan.
 
Untuk asal etnis atau suku calon gubernur, sebanyak (81,3%) responden tidak mematok harus dari suku atau etnis tertentu, (9,5%) Betawi, (6,7%) Jawa, (1%) Sunda, (0,8%) Tionghoa, lainnya (0,2%), dan (0,5%) tidak tahu atau tidak menjawab.
 
Manilka melakukan survei pada tanggal 2-7 Januari 2016 mengunakan teknik wawancara tatap muka, melibatkan 400 sampel responden yang tersebar di Jakarta Utara, Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Timur, serta Kepulauan Seribu.
 
Setiap kelurahan terpilih 10 responden dari dua RT agar pendistribusian sampelnya memadai. Responden adalah penduduk DKI Jakarta yang berumur minimal 17 tahun atau sudah menikah dan hak pilihnya tidak dicabut serta terdiri dari 50% laki-laki dan perempuan.
 
"Berdasarkan sampel di setiap wilayah dialokasikan sesuai dengan proporsi populasi dari data sensus penduduk BPS. Survei ini menggunakan metode acak bertingkat (multi random sampling) dengan margin of error plus minus (4,9%) pada tingkat kepercayaan 95%," kata Herzaky.
 

Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief
Iwan Sutiawan
20-06-2016 01:22