Main Menu

Anies Baswedan: Tangan Mengepal Tidak Bisa Membangun Persatuan

Hidayat Adhiningrat P.
28-10-2016 13:15

Anies Baswedan (GATRA/Agriana Ali/HR02)

Jakarta, GATRAnews - Hari ini, seluruh rakyat Indonesia memperingati hari lahirnya Sumpah Pemuda, 28 Oktober. Sebuah catatan sejarah pertama kali dimana persatuan bangsa dirajut dalam bingkai keberagaman ke-Bhinneka-an.

 

Memperingati hari Sumpah Pemuda, calon gubernur (cagub) DKI Jakarta Anies Baswedan berpesan agar para pemuda atau anak muda harus terlibat aktif melakukan perubahan di lingkungan sekitarnya. “Anak muda harus turut terlibat dalam persoalan sekelilingnya. Anak muda jangan diam,” kata Anies dalam keterangan tertulis yang diterima Gatranews, Jumat (28/10/2016).

Anak muda, khususnya pemuda Jakarta, jelas Anies, juga harus terlibat aktif dalam melahirkan pemimpin ibu kota yang didambakan ke depan. Pemimpin yang dapat membawa perubahan. “Aktiflah membantu, terlibat dalam proses politik ini. Anak-anak muda harus mengatakan pada saat Jakarta melakukan perubahan pada 2017 saya tidak tinggal diam,” pesannya.

Anak muda, lanjut Anies, juga harus bercermin pada masa depan. Mempersiapkan diri demi kemajuan bangsa di masa mendatang, salah satunya meningkatkan kompetensi di segala bidang. “Mereka harus bercermin pada masa depan,” tegas Anies.

Jakarta, sambung Anies, adalah tempat dimana persatuan itu dirajut pertama kali. Semangat dan rasa persatuan itu harus tetap terjaga dan diperkuat. Ke depan, Jakarta harus menjadi contoh bagaimana semangat dan rasa persatuan itu dijaga oleh para pemudanya.

“Tahun 45 kita memiliki negara dan sekarang Jakarta harus menjadi contoh. Jakarta ke depan harus bernuansa ke-Bhinneka-an, persatuan, dan kita jaga terus semangat itu supaya tetap bersatu,” kata Anies.

Pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur Anies-Sandiaga sendiri, kata Anies, bertekad akan menambah ruang-ruang ekspresi bagi anak muda guna mendorong keterlibatan pemuda dalam pembangunan Jakarta. Baik ruang-ruang ekspresi dalam bidang olah raga, seni, budaya, hingga bidang teknologi dan informatika (startup).

Anies-Sandi juga merasa turut bertanggung jawab untuk memperkuat semangat dan rasa persatuan di Jakarta. Oleh karena itu, pasangan ini pun sepakat menggunakan ‘Salam Bersama’. “Tangan mengepal itu tidak bisa membangun persatuan. Makanya, kami sepakat menggunakan ‘Salam Bersama’ karena ingin memperkuat persatuan di Jakarta,” ujarnya.


 

Reporter: Hidayat Adhiningrat P

Hidayat Adhiningrat P.
28-10-2016 13:15