Main Menu

Langgar Kode Etik, ACTA Laporkan KPU dan Bawaslu ke DKPP

Abdul Rozak
10-03-2017 16:50

Jakarta, GATRAnews - Kehadiran komisioner KPU DKI Jakarta di Rapat Internal Tim Pemenangan Basuki Tjahaja Purnama-Djarot Saiful Hidayat, Kamis (9/3) kemarin dipermasalahkan oleh Advokat Cinta Tanah Air (ACTA). Ketua KPU DKI Sumarno dan anggota Dahlia Umar diduga melanggar kode etik sebagai penyelenggara pemilu.


ACTA melaporkan dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukan Sumarno dan Dahlia Umar ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Ketua Bawaslu DKI Jakarta Mimah Susanti juga ikut dilaporkan ACTA karena menghadiri acara tersebut.

"Kehadiran ketiga orang penyelenggara pemilu itu jelas merupakan pelanggaran serius kode etik. Kami menyangkan kehadiran mereka dan itu tindakan yang kurang patut," ungkap Ketua Dewan Penasihat ACTA Hisar Tambunan di Gedung DKPP, Jakarta Pusat, Jumat (10/3).

Kehadiran Sumarno, Dahlia dan Mimah, diduga terkait pembahasan daftar pemilih tetap (DPT) yang diperkarakan pasangan Basuki-Djarot pada Pilkada DKI Jakarta putaran pertama. Pasangan ini mengklaim banyak pemilihnya yang tidak bisa memilih di putaran pertama. 

ACTA beranggapan potensi kecurangan terbesar di Pilkada DKI Jakarta adalah mobilisasi pemilih. Kemudian penyusunan DPT baru yang tidak sesuai dengan jadwal, tidak transparan dan tidak cermat membahayakan karena meningkatkan jumlah pemilih ilegal.

"Perlu diselidiki apakah pertemuan ketiga penyelenggara pemilu ini terkait DPT tambahan. Kami menduga seperti itu dan jelas itu melanggar kode etik dan harus dijatuhi sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku," pungkas Hisar.


Reporter: Abdul Rozak
Editor: Arief Prasetyo

Abdul Rozak
10-03-2017 16:50