Main Menu

Masyarakat Minta KPU Bijak Tetapkan Pemenang Pilkada Intan Jaya 

Iwan Sutiawan
14-03-2017 22:48

Jakarta,  GATRAnews - Puluhan anggota masyarakat dan mahasiswa meminta Komisi Pemilihan Umum (KPU) bijaksana dalam memutuskan hasil pemilihan kepala daerah (Pilkada) Kabupaten Intan Jaya, Papua, setelah terjadi kekisruhan sidang pleno di Lapangan Sugapa, Papua, beberapa waktu lalu. Hal ini dinyatakan Sepi Sani, Koordinator Wilayah Ikatan Pelajar dan Mahasiswa Suku Moni (IPMO) Intan Jaya, di Jakarta, Selasa (14/3).

"Kami merasakan betul bagaimana masyarakat di tanah kelahiran kami begitu menderita akibat konflik ini. KPU Pusat harus arif dan bijaksana dalam membuat keputusan, agar tidak ada konflik horizontal yang semakin parah," kata Sepi.

Sepi mengungkapkan, pihaknya bersama puluhan massa sengaja menyambangi kantor KPU Pusat untuk menyampaikan aspirasi soal penetapan hasil Pilkada Kabupaten Intan Jaya. Tiga perwakilan IPMO diterima oleh pihak KPU Pusat untuk beraudiensi tentang hasil Pilkada Intan Jaya.
 
Untuk Pilkada Intan Jaya, lanjut Sepi, sebaiknya KPU berpegang pada hasil keputusan sidang  pleno KUPD Intan Jaya tanggal 24 Februari 2017. KPUD Intan Jaya telah merilis hasil sidang pleno Nomor Berita Acara: 07/BA/KPU IJ/II/2017 dan Keputusan KPU Nomor: 09/Kpts-KPU-IJ/II/2017 tentang Penetapan Calon Bupati dan Wakil Bupati Terpilih Kabupaten Intan Jaya 2017 Atas Nama Yulius Yapugau-Yunus Kalabetme.
 
"Dengan berpegang teguh pada hasil sidang pleno KPUD Intan Jaya,  saya melihat KPU Pusat sudah cukup bijak," kata Sepi. Ia mengaku terpanggil untuk turut serta mengakhiri konflik pilkada yang telah menelan korban jiwa dan terganggunya aktivitas ekonomi.
 
"Dampak tewasnya enam orang warga membuat suasan menjadi tegang. KPU harus berlaku bijak dalam menangani masalah ini,  jangan sampai salah membuat keputusan, apalagi ada intervensi dari pihak yang tidak terima kekalahan," katanya.
 
IPMO meminta KPU Pusat untuk menerjunkan tim independen untuk melihat langsung kondisi di lapangan. Tujuannya, agar celah kecurangan dapat terdekteksi lebih awal. Pihaknya telah mendapat laporan mahasiwa yang turut melakukan investigasi Pilkada Intan Jaya.
 
Sementara itu, Ketua Forum Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Intan Jaya (Formapi), Markus Tipagau,  mengatakan hasil pilihan masyarakat tidak boleh diintervensi oleh pihak manapun yang ingin memegang kekuasaan. Selain itu, pihaknya meminta Polda Papua dan Kodam XVII Cenderawasih untuk menjaga Intan Jaya tetap kondusif.
 
"Kami mendesak KPU untuk segera melakukan pelantikan sesuai dengan keputusan sidang pleno KPUD Intan Jaya agar bupati dan wakil bupati segera bekerja dan kembali merangkul masyarakat yang terkoyak terkait pilkada ini," ujarnya.


Reporter: Iwan Sutiawan
Editor: Tian Arief

Iwan Sutiawan
14-03-2017 22:48