Main Menu

Kental Nuansa Politis, Baliho Rektor Unram Dibuang ke Sungai

Rosyid
04-08-2017 20:52

Prof. Ir. H. Sunarpi, P.hd. (Dok Unram/AK9)

Mataram, GATRAnews - Diduga bermuatan politis, baliho Rektor Universitas Mataram Unram), Prof. Ir. H. Sunarpi, P.hd. yang fotonya terpajang bersama dengan para mahasiswa KKN Unram, dibuang ke kali (sungai) di dekat Kantor Desa Kwang Baru, Kecamatan Sakra, Kabupaten Lombok Timur (Lotim). Setelah sebelumnya juga dilakukan perusakan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab.

Dikonfirmasi hal ini, Ketua KKN Unram Desa Kwang Baru, M. Zulkarnain, saat dikonfirmasi hal ini Jumat (4/8) di Mataram, membenarkan jika baliho Rektor Unram tersebut dirusak dan dibuang ke sungai. “Kami bersama teman-teman KKN menemukan baliho bergambar Rektor di dalam air kali, untuk kemudian kami angkat ke atas,” ujarnya.

Dikatakan Zulkarnaen, baliho itu hilang, setelah empat hari dilakukan pemasangan di pintu masuk Kantor Desa. Namun ketika dilakukan pencarian, ternyata ditemukan telah dibuang di kali, dengan foto wajah Rektor juga telah dirusak. “Saat kita lakukan pemasangan baliho ini  disaksikan juga oleh Kepala Dusun (Kadus).

Zukarnaen memperjelas jika dalam penyampaian yang dilakukan Rektor di kampus, tidak ada instruksi kepada mahasiswa untuk melakukan kampanye. Melainkan murni untuk menjalankan salah satu Tri Darma Perguruan Tinggi, yakni pengabdian kepada masyarakat dengan melakukan KKN. “Namun menurut kami dengan adanya perusakan dan pembuangan baliho ke kali ini sangat kental nuansa politiknya,” ujarnyanya.

Sebagaimana diketahui Rektor Unram Prof. Ir Sunarfi, P.hd santer disebut akan maju dalam Pilkada NTB 2018 mendatang melalui jalur independen. Rektor kelahiran Puyung, Lombok Tengah ini diindikasikan banyak memanfaatkan mahasiswanya yang tengah KKN di seluruh wilayah NTB untuk membantu pemasangan baliho bergambar dirinya di setiap lokasi KKN. Bahkan dinyalir pula Rektor memanfaatkan mahasiswanya untuk mengumpulkan poto copy KTP warga sebagai syarat mengikuti Pilkada mellaui jalur perseorangan.




Reporter: Hernawardi
Editot: Rosyid

Rosyid
04-08-2017 20:52