Main Menu

Walhi Kritik Ridwan Kamil: Karena Paku Alat Peraga Kampanye di Pohon

Dani Hamdani
07-09-2017 11:06

Alat Peraga Kampanye Calon Gubernur Ridwan Kamil di Pohon salah satu jalan di Kota Bandung (GATRAnews/Muha Zainal)

Bandung, GATRAnews - Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat mengkritik keras tim sukses atau relawan sejumlah calon gubernur Jawa Barat yang memasang alat peraga sosialisasi seperti spanduk dan baliho tanpa memerhatikan etika dan kaidah pelestarian lingkungan hidup. Salah satunya dengan memaku alat peraga di pohon.

 

Ketua Walhi Jawa Barat, Dadan Ramdan mengatakan dari temuan di lapangan, alat peraga yang dipaku di pohon di antaranya bergambar wajah Wali Kota Bandung Ridwan Kamil dan alat peraga bergambar Ketua Kadin Jabar, Agung Suryamal. 

 

"Yang kami temukan alat peraga yang dipaku di pohon adalah milik Agung Suryamal dan Ridwan Kamil. Lokasinya di Priangan Timur. Ini jelas melanggar dan itu indikator tidak ada komitmen dalam menjaga lingkungan hidup," kata Dadan kepada wartawan di Bandung, Rabu (6/9).

 

Menurutnya, pemasangan spanduk dan baliho dengan cara memaku di pohon bisa merusak pohon. Selain itu, kata dia, hal tersebut juga bertentangan dengan semangat pelestarian lingkungan hidup, terutama di kawasan perkotaan.

 

"Kami menolak para kandidat calon gubernur yang menempelkan bahkan memaku alat peraganya di pohon-pohon, atau tempat umum yang tidak diperbolehkan aturan," ujar Dadan.

 

Selain melanggar peraturan revisi KPU nomor 7 tahun 2015 tentang pemasangan alat peraga, hal itu juga bisa merusak lingkungan dan estetika. Dadan mengimbau agar masyarakat tidak memilih calon gubernur yang tidak memiliki komitmen terhadap pelestarian lingkungan hidup.

 

Hal ini sangat penting supaya arah pembangunan Jawa Barat selanjutnya tidak berdampak buruk pada lingkungan hidup. Hal tersebut bisa diawali dengan tidak memaku alat peraga kampanyenya di pohon.

 

"Sangat penting masyarakat untuk memilih calon pemimpin Jawa Barat yang peduli terhadap lingkungan, mengingat kondisi alam Jawa Barat sudah banyak mengalami kerusakan," tutur Dadan.


Reporter: Muha Zainal

Editor: Dani Hamdani 

Dani Hamdani
07-09-2017 11:06