Main Menu

Romy : Cawapres Jokowi Perlu Berlatar Agamis

Mukhlison Sri Widodo
25-02-2018 12:30

Presiden Joko Widodo (ketiga kiri) saat menghadiri Zikir Kebangsaan dan Rakernas I Majelis Zikir Hubbul Wathon di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta. (ANTARA/ Wahyu Putro A/FT02)

Purbalingga, Gatra.com – Partai Demokrasi Indonesia (PDI) Perjuangan sudah menetapkan akan mengusung Presiden Joko Widodo pada Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019 mendatang. Keputusan ini diumumkan dalam Rapat Kerja Nasional (Rakrnas) di Bali.

Kepastian PDI Perjuangan untuk kembali mencalonkan Jokowi pun memunculkan spekulasi siapa yang akan mendampingi sebagai calon wakil presiden (Cawapres). Beredar nama-nama dengan latar belakang pengusaha, militer, tokoh masyarakat, dan partai politik.

Menanggapi itu, Ketua Umum DPP PPP, Muhammad Romahurmuziy mendorong, sesuai pakem narasi besar bangsa ini yang dibangun di atas nasionalisme dan agama agar cawapres itu memiliki latar belakang agamis. Karena pakem itulah yang sudah ada ditegakkan sejak kepemimpinan Presiden Soekarno.

"Tentunya kami akan mendorong dialog dengan seluruh di parpol untuk mengusulkan siapa cawapresnya. Walaupun nanti keputusannya ada di tangan pak Jokowi," jelas Romy, saat bersilaturahim dengan para alim ulama se-Kabupaten Purbalingga di Pondok Pesantren Nurul Barokah, Beji, Bojongsari, Purbalingga, Jumat (23/02) malam.

Soal namanya yang juga muncul sebagai salah satu kandidat cawapres, Romy berujar bahwa hal itu merupakan bagian dari apresiasi masyarakat. Menurut dia, sah-sah saja ada kelompok masyarakat yang memasukkan dirinya kandidat.

“Saya berterima kasih atas apresiasi masyarakat itu. Tapi tentunya, keputusan final ada di tangan Pak Jokowi,” katanya.

Menurut dia, sejumlah ketua umum partai namanya juga dimasukkan sebagai kandidat cawapres. Hal itu dinilai lumrah karena partai-partai itu sudah mendukung Jokowi.

Namun begitu, ia menekankan agar Jokowi memilih tokoh yang latar belakangnya agamis. Ini akan menjamin ketenteraman bangsa di masa depan.

“Kalau bicara soal nama, kami serahkan ke  Pak Jokowi saja. Tapi kalau bicara figur, sekali lagi kriteria yang memiliki latar belakang agamis yang lebih akan menentramkan kepemimpinan nasional ke depan," pungkasnya.

Romy berpendapat, dengan dikukuhkannya Joko Widodo sebagai calon presiden 2019 oleh PDI Perjuangan pada Rakernas di Bali, semakin meneguhkan bahwa dia semakin kuat untuk memimpin negara ini lagi.

"PDI Perjuangan sudah secara resmi mengusung Jokowi. Melihat konstelasi politik yang ada, berarti mengakhiri spekulasi berkembangnya poros ketiga," katanya.

Pasalnya, kata Romi, secara resmi sudah lima partai yang mengusung yaitu PPP, Golkar, Nasdem, Hanura, dan PDIP. Dengan demikian, ke depan kemungkinan besar Pilpres nanti akan saling berhadapan dengan dua calon saja. 


Reporter : Ridlo Susanto

Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
25-02-2018 12:30