Main Menu

Cak Imin Dapat Mandat Kyai NU Cilacap Maju Cawapres 2019

Mukhlison Sri Widodo
16-03-2018 09:32

Ketua Umum PKB, Muhaimin Iskandar dalam acara penyerahan mandat para Kyai NU Cilacap. (GATRA/Ridlo Susanto/FT02)

Cilacap, Gatra.com – Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Muhaimin Iskandar atau biasa disapa Cak Imin memperoleh mandat sebagai calon Wakil Presiden dalam Pemilihan Presiden  (Pilpres) 2019 mendatang dari ratusan kyai dan ulama di Cilacap.

 

Mandat tersebut diserahkan oleh Pengasuh Pondok Pesantren Al Ihya ‘Ulumuddin, KH Imdadurahman Al-Ubudi di Ponpes Al Ihya ‘Ulumuddin, Kesugihan, Cilacap, Kamis (15/3).

Memperoleh mandat itu, Muhaimin mengaku sangat berterimakasih kepada para kyai dan ulama yang mempercayakan amanah tersebut. 

Ia mengaku siap menjalankan mandat dan akan memperjuangan agar dia bisa menjadi calon wakil presiden dan bertarung dalam Pilpres 2019.

“Harapan besar, kaum santri, nahdliyin, warga NU, sangat luar biasa antusiasmenya. Untuk itu saya sangat berterimakasih. Saya Insya Allah siap mengemban amanah,” katanya, Kamis (15/3).

Muhaimin mengaku telah berkomunikasi dengan Presiden Jokowi yang telah resmi dicalonkan oleh lima partai politik mengenai niatnya menjadi calon wakil presidennya. 

Dia yakin, jika didukung oleh umat Islam, kalangan NU dan PKB, bakal mengantarkan Jokowi menjadi presiden untuk kali ke dua.

Dia berpendapat, perlu adanya pemimpin yang berasal dari kalangan Pesantren untuk memimpin Indonesia. Dengan begitu, kepentingan umat Islam akan terjamin.

“Agar persatuan dan kekuatan umat Islam benar-benar terwujud dalam pembangunan nasional,” ujarnya.

Dia mengemukakan, niatnya untuk menjadi wakil presiden didasari kenyataan bahwa kepentingan kalangan NU masih belum diperjuangan dengan maksimal. 

Dia mencontohkan masih minimnya perhatian terhadap  madrasah dan pondok pesantren.

Muhaimin pun sempat mengkritik kebijakan lima hari sekolah atau full day school yang sempat diterapkan pemerintah. 

Sebab, hal itu sangat mengancam madrasah diniyah yang telah berdiri sebelum Indonesia merdeka.

Madrasah dan pesantren menurut dia adalah bukti otentik nahdliyin dalam mencerdaskan kehidupan bangsa sejak ratusan tahun lampau.

“Ini adalah amanat perjuangan para ulama, amanat perjuangan perjuangan umat Islam,” tandasnya.


Reporter : Ridlo Susanto

Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
16-03-2018 09:32