Main Menu

Projo: Kontestasi Pilpres Jangan Hanya Memproduksi Hoax

Muchammad Egi Fadliansyah
16-03-2018 19:56

Diskusi “Skenario Jokowi 2019: Apa Kriteria Cawapres”.(GATRA/MEF/re1)

Jakarta, Gatra.com - Ketua Umum Pro Jokowi (Projo) Budi Arie Setiadi menyatakan, diskusi maupun diskursus publik mengenai siapa Cawapres yang layak mendampingi Jokowi harus terus digalakan, agar publik dan masyarakat dapat menilai mana Cawapres yang paling dibutuhkan Jokowi untuk menghadapai tantangan global yang kian kompetitif.


“Supaya rakyat bisa memberikan masukan kepada Jokowi maupun elite, ini kan sesuai karakter Jokowi juga yang selalu melibatkan publik,” katanya dalam diskusi “Skenario Jokowi 2019: Apa Kriteria Cawapres” di Kantor Para Syndicate, Jakarta, Jumat (16/3).

Budi mengatakan, Cawapres pendamping Jokowi haruslah sosok yang mampu mengidentifikasi permasalahan strategis bangsa ke depan. Apalagi, Indonesia dalam kurun waktu satu dekade ke depan akan memperoleh bonus demografi.

“Dunia berubah, lingkungan strategis berubah, karena itu kita harus rumuskan dengan tepat. Kriteria berikutnya adalah figur yang kredibel, berintegritas dan mampu menjadi pasangan yang menghadirkan daya tarik parpol dan masyarakat,” katanya.

Budi juga mengingatkan, agar Cawapres pendamping Jokowi nantinya tidak memiliki kepentingan tersendiri. Karenanya, Cawapres Jokowi harus sama iklasnya dan “gregetnya” dalam melayani rakyat.

“Kalau perlu Cawapres yang 2019 bukan orang yang dipersiapkan untuk 2024. Kita perlu pimpin bangsa ini yang fokus untuk kerja kerja kerja,” katanya.

Budi berharap, pada Pilpres dan Pileg serentak nanti, kontestasinya lebih pada beradu argument dan gagasan. Bukan malah sebaliknya, menebar fitnah dan memprooduksi hoax yang tersistematis.

“Saya juga berharap kontestasi Pilpres ini adu gagasan. Jadi jangan cuma fitnah, caci maki atau produksi hoax,” katanya.

Adapun Sekjen Partai Nasdem Jhonny G. Plate mengungkapkan, cepatnya Partai Nasdem mendeklarasikan Presiden Jokowi untuk Pilpres 2019, tidak lain agar masyarakat lebih mudah menilai visi, misi dan kebijakan Partai Nasdem pada periode 2019-2024.

Deklarasi tersebut juga, menurutnya, hasil dari aspirasi kader Nasdem di daerah, karena para kader Nadem, hingga kini merasa puas dengan kinerja Pemerintahan Jokowi-JK.

“Kita kumpulkan 15 ribu orang November lalu, mengambil keputusan sama-sama mendukung Jokowi. Itu keputusan hirarkis Nasdem,” ujarnya.

Jhonny mengatakan Cawapres Jokowi pada Pilpres 2019 harus sesuai dengan kebutuhan dan tantangan Indonesia pada periode 2019-2024, baik dinamika di dalam negeri maupun luar negeri.

Menurutnya, pertama Presiden dan Wakil Presiden harus saling bersinergi dan melengkapi kekurangan satu sama lainnya. Terlebih, kriteria khususnya Cawapres Jokowi nanti haruslah memahami peta geo strategis global yang semakin dinamis.

“Di dalam negeri, Cawapres Jokowi harus mampu menjadikan demokrasi semakin berkualitas,” katanya.

Reporter: MEF
Editor: Anthony Djafar

Muchammad Egi Fadliansyah
16-03-2018 19:56