Main Menu

Cak Imin Tegaskan Siapapun Capresnya Dia Cawapres

Mukhlison S Widodo
02-04-2018 05:41

Ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa, Muhaimin Iskandar.(GATRA/Adi Wijaya/yus4)

Yogyakarta, Gatra.com - Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar menyatakan, meski mendukung koalisi Presiden Joko Widodo, dirinya siap menjadi cawapres siapapun calon presidennya. 

Ia punya tenggat waktu sampai 4 Agustus untuk resmi mendampingi salah satu capres.

“Jokowi telah mewujudkan janjinya kepada kami sebelum terpilih 2014 lalu, yaitu menetapkan 20 Oktober sebagai Hari Santri. Ini alasan utama kaum Nadhliyin mendukungnya,” kata Cak Imin, Minggu (1/4), di Ponpes Al-Munawir, Krapyak, Sewon, Bantul.

Dengan penetapan Hari Santri oleh pemerintah, Cak Imin berkata negara mengakui peran para santri dan ulama dalam perjuangan mengusir penjajah. 

Menurut dia, warga NU menganggap sejak perjuangan kemerdekaan, Proklamasi kemerdekaan, hingga terpilihnya Jokowi, peran santri dan ulama tidak pernah dicatat serta diajarkan dalam dunia pendidikan.

Contohnya, kata Muhaimin, peristiwa menjelang perang besar 10 November 1945 saat kalangan kiai mengeluarkan ‘Resolusi Jihad’ yang isinya mengajak warga Nadhliyin berperang mengusir penjajah.

“Hari Santri adalah pengakuan kepada NU sebagai organisasi besar yang telah memberi warna dalam jejak Islam di Nusantara. Sejarah ini yang mestinya sekarang diajarkan kepada anak didik,” kata Wakil Ketua MPR ini.

Cak Imin mengatakan, dukungan ke Jokowi  tidak dapat diganggu gugat, meskipun ada beberapa kader PKB yang menyatakan akan menarik dukungan bila Muhaimin gagal menjadi cawapres Jokowi.

Menurut Cak Imin, pernyataan itu pendapat pribadi kader, bukan suara PKB. 

Cak Imin mengatakan, meski tidak menjadi cawapres Jokowi, dirinya masih membuka peluang berkoalisi dengan capres lain.

“Hingga sekarang pembicaraan dengan Gerindra-PKS maupun poros ketiga yang diusung PAN masih terus berjalan. Target saya 4 Agustus nanti sudah ada siapa yang akan saya dampingi,” lanjutnya.

Cak Imin merasa punya rasa percaya diri yang tinggi untuk mencalonkan sebagai satu-satunya cawapres karena dukungan dari warga NU juga tinggi. 

Selain itu, kata dia, beberapa survei  menempatkan dirinya dengan nilai yang baik.

“Hasil survei lumayan bagus, padahal promosinya baru menggunakan baliho saja,” ujarnya.

Muhaimin bilang ia mencalonkan diri sebagai cawapres, bukan capres, karena masih berada dalam koalisi Jokowi.

Jika mendeklarasikan diri sebagai capres, ia takut hubungan baik  selama ini dengan Jokowi dan koalisi akan berubah dan muncul salah paham dan kikuk.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison S Widodo
02-04-2018 05:41