Main Menu

Kunjungi Perusahaan Polowijo, Emil Dardak Paparkan Arah Industri Jatim

Mukhlison Sri Widodo
05-04-2018 10:35

Calon wakil gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak di Kantor Polowijo Gosari Group. (GATRA/Abdul Hady JM/FT02)

Gresik, Gatra.com - Calon wakil gubernur Jatim nomor urut 1, Emil Elestianto Dardak mengunjungi PT. Polowijo Gosari Group, Gresik, Rabu (04/4).

Kedatangan Emil disambut Founder PT. Polowijo Gosari Group, A. Djauhar Arifin beserta putra-putranya dan para direksi.

Emil menilai, perusahaan Poliwijo yang bergerak dalam bidang industri pupuk dan tambang dolomit ini berkembang luar biasa dan mampu menjadi katalis pembangunan wilayah.

"Di sini saya mendapatkan gambaran yang luar biasa tentang kekuatan terbesar dari sebuah bangunan besar, antara entrepreneur masyarakatnya dan Polowijo bisa berkembang menjadi grup yang luar biasa di capital market dan potensi ke depan," ujarnya.

Emil lalu memaparkan tentang arah industri masa depan Jawa Timur terutama di daerah pesisir utara agar mengutamakan nilai tambah dan reekspor agar perekonomian Jawa Timur semakin maju.

"Industri ke depan harus bertumpu pada nilai tambah dan reekspor," tegas Doktor termuda lulusan Jepang in.

Ia mencontohkan dolomit yang diproduksi oleh PT. Polowijo Gosari Group merupakan inovasi yang mampu menjadi pupuk organik, bahkan komponen pesawat terbang yang mampu mendorong industri yang memiliki multiplier efek ke sektor lain.

"Inovasi dan nilai tambah ini penting seperti dolomit mendorong industrialisasi multiplier efek yang luar biasa karena mendorong pupuk yang berkualitas tinggi kemudian mendorong sektor pertanian," ungkap Emil.

Tidak hanya itu Pemerintah ke depan harus menjadi katalis inovasi dan orkestrator industri di Jawa Timur. Orkestrator ini berfungsi mensinergikan berbagai potensi industri yang ada di Jawa Timur.

Salah satu contoh upaya tersebut adalah Belanova. Belanova atau belanja inovasi daerah adalah memanfaatkan peraturan pemerintah tentang inovasi dimana APBD bisa dimanfaatkan sebagai katalis inovasi.

"Jawa Timur memiliki PDRB 2018 trilyun dan anggaran Pemprov 30 trilyun. Jika dihitung dari total anggaran kabupaten kota yang ada di Jawa Timur kurang lebih berkisar di angka 200 triliun atau kurang lebih 10 persen dari PDRB. Seharusnya bisa lebih lagi bagaimana kemudian katalisnya ini benar-benar sektor swasta," paparnya.


Reporter : Abdul Hady JM
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
05-04-2018 10:35