Main Menu

Mahfud MD: Gerindra Masih Mungkin Capreskan Gatot

Mukhlison Sri Widodo
13-04-2018 09:08

Mahfud MD (GATRA/Ardi Widi Yansah/yus4)

Yogyakarta, Gatra.com - Tokoh cendekiawan sekaligus mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD merespon positif pencalonan presiden Prabowo Subianto oleh Partai Gerindra.

 

Kendati, sampai saat pendaftaran di Komisi Pemilihan Umum, pencapresan itu bisa berubah.

Mahfud menilai pencapresan Ketua Umum Partai Gerindra itu sangat baik terutama dalam menjaga semangat demokrasi di Indonesia.

Menurut Mahfud, kehadiran Prabowo yang menjadi penantang Presiden Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden 2019 jelas menjadi alternatif pilihan jauh-jauh hari.

Hanya saja, segala kemungkinan masih bisa terjadi. Setelah sempat gamang, Prabowo menerima mandat partai sebagai capres. Toh, pendaftaran capres masih dibuka hingga beberapa bulan dan nama yang saat ini muncul bisa berubah.

“Prabowo saat itu menyatakan menjalankan tugas partai. Jadi masih ada kemungkinan pada detik-detik terakhir partainya mengganti dengan calon yang lain, seperti Gatot Nurmantyo,” ujar ketua tim pemenangan Prabowo saat pilpres 2014 ini saat ditemui wartawan di kantor Gubernur Daerah Istimewa Yogyakarta, Kamis (12/4).

Ia menjelaskan, kehadiran calon presiden jauh-jauh hari sebelum pendaftaran akan memberi keuntungan pada rakyat untuk mengetahui jejak rekam capres secara lebih dalam. "Ini berbeda jika kemunculan calon di detik-detik akhir pendaftaran," kata dia.

Adapun untuk calon wakil presiden, menurut Mahfud pilihannya lebih banyak.
Saat ini, partai politik memiliki banyak pilihan terbaik untuk dijadikan cawapres seperti Tito Karnavia, Sri Mulyani, Tuan Guru Bajang, Muhaimin Iskadar, dan Airlangga Hartanto.

Mengenai peluang dirinya, Mahfud menyerahkan keputusan partai politik  dan calon presiden yang sudah disetujui. Ia menegaskan dirinya tidak akan pernah mencalonkan diri sebagai cawapres bagi siapapun.


“Buat apa saya menawarkan diri sebagai cawapres, jika partai dan capresnya tidak mau. Meskipun saya memiliki hasil survei maupun baliho, jika tidak disetujui, maka hal itu tidak berguna,” kata dia.

Karena itu, saat ini Mahfud hanya akan menunggu siapa capres dan partai politik yang menawari dirinya menjadi cawapres. Sampai saat ini Mahfud mengaku belum ada yang menawarinya dan dia menghormati keputusan partai.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
13-04-2018 09:08