Main Menu

Dilaporkan ke Bawaslu, Pencalonan Gus Ipul-Puti Terancam Dibatalkan

Mukhlison Sri Widodo
13-04-2018 15:22

Barang bukti dugaan kampanye dan pembagian hadiah pasangan Gus Ipul-Puti Guntur. (GATRA/Abdul Hady JM/FT02)

Surabaya, Gatra.com – Calon Gubernur Jawa Timur nomor urut dua, Saifullah Yusuf alias Gus Ipul diduga kuat telah melakukan pelanggaran kampanye. 

 

Bila terbukti, pencalonannya bisa dibatalkan.

Perwakilan Pemilih Milenial Jatim, Kamis (12/4) sore, resmi melaporkan pasangan Gus Ipul-Puti Guntur Soekarno ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Jatim, di Jalan Tanggulangin Surabaya.

Perwakilan Pemilih Milenial Jatim Bagus Balghi, menjelaskan, dugaan pelanggaran kampanye terjadi di acara jalan sehat dalam rangka HUT ke-45 PDI Perjuangan di Lapangan Tambaksari, Surabaya, Minggu (8/4) lalu. Gus Ipul hadir.

Saat itu, Bagus bersama teman-temannya ikut serta menghadiri acara tersebut untuk menonton artis Via Vallen. "Ternyata disisipi kampanye untuk Gus Ipul-Puti,” kata Balghi usai melapor.

Selain memuat gambar Gus Ipul-Puti, di acara itu juga ada pembagian hadiah yang ditaksir nilainya mencapai ratusan juta rupiah.

Menurut Balghi, acara tersebut jelas-jelas melanggar Peraturan KPU (PKPU) Nomor 4 Tahun 2017 tentang Kampanye. 

Intinya peraturan tersebut: Pemberian hadiah dalam kegiatan kampanye yang berbentuk perlombaan tidak boleh lebih dari Rp 1 juta.

"Tapi ternyata di situ ada hadiah 10 sepeda motor dan hadiah lainnya yang ditaksir mencapai hampir Rp 200 juta. Itu bentuk pelanggaran dan akan mempengaruhi masyarakat Jatim dalam memilih," ujarnya seraya menunjukkan bukti foto-foto dan keping VCD rekaman acara.

Apalagi jika kegiatan tersebut bukan perlombaan dan hanya sebatas pemberian doorprize maka yang dilanggar dua sekaligus, yakni ketentuan pasal 49 mengenai larangan memberikan doorprize serta pasal 71 dan 78 PKPU No 4 Tahun 2017.

“Sanksinya dua, yakni pidana dan administratif berupa pembatalan penetapan pasangan calon," tegasnya.

Permasalahan lain, lanjut Bagus, di acara tersebut juga muncul jargon pasangan calon nomor urut dua “Kabeh Sedulur, Kabeh Makmur”. 

Selain itu saat Gus Ipul diarak dengan replika banteng, salam dua jari serta dress code Gus Ipul-Puti.

"Di kupon gerak jalan juga terlihat jelas ada logo Gus Ipul-Puti dan sepeda motor sebagai hadiah. Jadi ini bukan murni HUT PDI Perjuangan, tapi sudah menjadi ajang kampanye," katanya.

Karena itu, Bagus meminta Bawaslu Jatim bergerak cepat menindaklanjuti laporannya agar Pilgub Jatim 2018 berlangsung jujur, sesuai semangat kedua pasangan calon, sekaligus sebagai bentuk pendidikan politik masyarakat Jatim.

"Bawaslu harus tegas. Bagi kami cara-cara kampanye terselubung seperti itu tidak memberikan pendidikan politik yang baik. Ini telah mencederai komitmen para calon," katanya.

"Kami juga mendorong masyarakat Jatim untuk aktif dalam politik, karena lima menit di TPS menentukan lima tahun ke depan. Sehingga Pilkada dapat berjalan baik dan terciptanya Jatim bebas dari korupsi," sambungnya.

Kedatangan Bagus dan kawan-kawan hanya diterima staf Bawaslu, karena di saat bersamaan para komisioner sedang melakukan rapat koordinasi (rakor) di Malang. 

Usai mendapat tanda terima, dalam waktu 1 x 24 jam, Balghi dijanjikan Bawaslu akan memberikan tanggapan atas laporan tersebut.

Menanggapi laporan itu, Ketua Bawaslu Jatim, Mohammad Amin saat dihubungi menuturkan pihaknya belum bisa memberikan banyak komentar karena sedang melakukan rakor di Malang.

"Soal apakah memenuhi unsur pelanggaran atau tidak, kita masih perlu melihat dulu bukti formil maupun materiil. Kami masih rakor di Malang, jadi belum melihat detail laporan," katanya.


Reporter: Abdul Hady JM
Editor : Mukhlison 

Mukhlison Sri Widodo
13-04-2018 15:22