Main Menu

Diprotes Soal Cawapres, Cak Imin: PPP Nyelonong Aja

Mukhlison Sri Widodo
14-04-2018 18:42

Ketua Umum DPP PKB Muhaimin Iskandar (Dok GATRA/Andi Anggana/FT02)

Yogyakarta, Gatra.com - Deklarasi Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar atau Cak Imin sebagai calon Wakil Presiden Joko Widodo dalam pilpres 2019 dipersoalkan partai koalisi.

 

Kecaman datang, terutama datang dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP). 

Ketua Umum PPP Romahurmuziy, dalam tayangan siaran langsung di satu stasium televisi berita, Jumat (13/4) malam, mempertanyakan langkah Cak Imin itu.

Menurut Romi, panggilan Romahurmuziy, PKB belum menyatakan bergabung sebagai koalisi pengusung Jokowi, namun Cak Imin justru langsung menyatakan diri sebagai cawapres. 

Mestinya, PKB menyatakan dulu bergabung dengan koalisi,  cawapres baru dibahas kemudian.

Namun Cak Imin menyatakan telah mantap dengan pilihan dan langkah politiknya. 

"Kami ke Pak Jokowi. Belum ada pembicaraan dengan Pak Prabowo," kata Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat itu saat hadir di acara sosialisasi empat pilar MPR RI di Kota Yogyakarta, Jumat (13/4) malam.

Ia menanggapi enteng pernyataan Romi yang meminta pernyataan dukungan PKB ke Jokowi lebih dulu ketimbang deklarasi cawapres. 

"PKB itu duluan daripada PPP. Kami mengusung Pak Jokowi sejak 2014.

Terakhir PPP itu nyelonong aja di belakang. Biar aja lah," kata dia kepada GATRA, sambil tersenyum.

Peneliti Centre for Presidential Studies Departemen Ilmu Komunikasi Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Gadjah Mada Muhammad Taufik Rahman bilang, agar bisa jadi cawapres Cak Imin harus meyakinkan koalisi gemuk Jokowi.

"Masalah Cak Imin jadi cawapres Jokowi ini memang ada di koalisi, " kata dia saat ditemui GATRA, Sabtu (14/4).

Menurut Taufik, rasa percaya diri Cak Imin mencalonkan diri jadi wapres Jokowi dianggap beralasan.

"Jika sentimen Islam naik, Cak Imin yang jadi cawapres mengamankan Jokowi dari isu SARA (suku, agama, ras, dan antargolongan). Itu jelas dan logis," ujar dia.

Apalagi, kata Taufik, jika capres lawan Jokowi juga menggandeng cawapres yang merepresentasikan Islam.  

Namun, sebaliknya, menurut Taufik, jika isu sentimen agama ini turun dan situasi politik kondusif, Jokowi tak akan menjadikan Cak Imin sebagai prioritas cawapres.

"Yang jelas, saat ini Cak Imin tak akan berani mendeklarasikan diri sebagai cawapres kalau di belakang layar tidak ada yang membuat dia yakin maju sebagai cawapres. Masalahnya memang di koalisi," tuturnya.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
14-04-2018 18:42