Main Menu

Survei LSI: Elektabilitas Duo DM Salip Rindu di Pilgub Jawa Barat

Ervan
16-04-2018 08:33

Ilustrasi Pilkada Jawa Barat 2018. (GATRA/FT02)

Jakarta, gatra.com- Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI Denny JA) menunjukkan Pilkada Jawa Barat akan mengerucut ke dua pasangan, yaitu pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi (Dua DM) dan padangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu). Berdasarkan hasil survei terbaru yang dirilis Citra Komunikasi Lingkaran Survei Indonesia (LSI) tentang preferensi pemilih dalam Pilkada Jawa Barat, Dua DM memiliki elektabilitas sebesar 43,2 persen dan pasangan Rindu 39,3 persen. Elektabilitas kedua pasangan itu jauh di atas dua pasangan lain, yakni pasangan Sudrajat-Syaikhu (Asyik) yang hanya memiliki elektabilitas 4,2 persen dan pasanganTubagus Hasanudin-Anton Charliyan (Hasanah) dengan 4,1 persen.

 

"Dengan waktu yang tersisa kurang lebih dua bulan, peluang lebih terbuka untuk dua pasangan, Dua DM dan Rindu. Rasanya sulit bagi dua pasangan lainnya, Asyik dan Hasanah untuk memenangkan pertarungan ini," ujar Direktur Eksekutif Citra Komunikasi LSI Toto Izul Fatah dalam keterangan tertulis yang diterima, Minggu (15/4). 

Menurut dia, rendahnya elektabilitas Emil, sapaan akrab Ridwan Kamil, ketika dipasangkan dengan Uu di Pilgub Jawa Barat dikarenakan elektabilitas Uu sebagai calon wakil gubernur yang rendah. Meskipun ada faktor-faktor lain yang ikut menyumbang penurunan tersebut.

"Yang pasti, jika tidak ada pergerakan yang luar biasa dari Pasangan Rindu (Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum, red), bukan mustahil ini akan menjadi sinyal lampu kuning yang bisa menyeretnya pelan-pelan kalah dalam pertarungan. Apalagi jika merujuk pada tren yang terus menurun. Tak mudah kandidat yang punya tren turun untuk rebound," jelasnya.

Namun sebaliknya, lanjut Toto, jika Pasangan Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi berhasil meningkatkan pengenalan dan kesukaannya melalui aneka program yang massif dan menyentuh aspirasi warga Jawa Barat, maka bukan mustahil mereka bisa lolos sebagai pemenangnya.

"Apalagi, selain karena tren pasangan ini yang terus naik, juga karena Dedi masih punya potensi menaikkan tingkat pengenalannya yang masih sekitar 55 persen-an sementara tingkat kesukaannya cukup tinggi dengan 73,1 persen," lanjut Toto.

Toto mengatakan, keunggulan Dedi Muyadi juga karena dia punya pemilih militan (strong supporter) yang cukup tinggi 26,6 persen, dibandingkan dengan Uu (12,5 persen), Syaikhu (43 persen) dan Anton (1,8 persen). 

"Harapan pasangan Deddy-Dedi ini memang ada pada Demul (Dedi Mulyadi) karena Demiz sudah sampai pada tingkat pengenalan yang mentok, yaitu 94,8 persen," ucapnya.

Survei dilakukan pada 21-29 Maret 2018 dengan menggunakan metode standard: multi stage random sampling, dimana seluruh pemilih Jawa Barat dipilih secara random. Jumlah responden 440 orang, dengan margin of error sebesar 4.8 persen.


Reporter: Ervan Bayu

Ervan
16-04-2018 08:33