Main Menu

Prediksi Elite PKS Soal Pencalonan Gatot Nurmantyo Hanya Pesan ke Mitra Koalisi

Wem Fernandez
17-04-2018 15:36

Politisi PDI-Perjuangan Eva Kusuma Sundari (Dok. Gatra/Dharma W/yus4)

Jakarta, gatra.com -Politisi PDI-Perjuangan Eva Kusuma Sundari menilai, prediksi politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Muhammad Nasir Djamil bahwa Prabowo Subianto akan memberikan tiket ke  Gatot Nurmantyo sebagai partnernya di bakal calon presiden di Pemilu 2019 adalah hal yang lumrah dalam politik. 

 


Pernyataan Nasir sebetulnya pesan yang hendak disampaikan kepada partai-partai yang kemungkinan besar akan berkoalisi dengan Gerindra, baik PKS sendiri atau PAN dalam menghadapi PDI-Perjuangan dan mitra koalisinya. 

 


“Dan message itu sebetulnya lebih pada message mereka bertiga sih. Itu harapan lah menurut ku. Bacaanku harapannya PKS. Dan kita enggak ada urusan sebetulnya. Mau siapa pun tentu kita akan lawan karena tiket kita sudah beres,” jelas Eva di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, (17/4). 

 


Pun jika Gatot jadi maju, PDI-Perjuangan juga tidak akan setengah-setengah dalam berkontestasi. Setiap pesaing tentu memiliki kelebihan maupun kekurangan. 

 


“Setiap lawan yang besar ataupun kecil pasti punya kelebihan dan kelemahan. Dan tentu kita punya data, wong kita di pemerintahan, ya kan? Kita punya data semua, lebih punya alternatif data untuk perang lah menurut ku. Jadi, siapapun tidak kita anggap remeh, baik Pak Prabowo maupun nantinya Pak Gatot, ya silakan kita siap. Gitu aja lah,” tegas dia. 

 


Dihubungi terpisah, Wakil Ketua DPP Partai Demokrat, Roy Suryo Notodiprojo enggan mengomentari prediksi dari Nasir Djamil karena tidak berhubungan langsung dengan internal Demokrat. Namun, kata dia, Gatot juga memilki hak secara konstitusional untuk maju dengan perahu apa saja. 

 


“Itu hak dari partai yang bersangkutan. Tapi kalau dari Partai Demokrat sendiri, saya rasa akan mengedepankan kader internal,” tutur Roy. 

 


Politikus senior PKS Nasir Djamil sebelumnya sangsi jika Prabowo Subianto kembali maju sebagai salah satu peserta di Pilpres. Kemungkinan besar, tiket Pilpres akan diberikan kepada Gatot Nurmantyo. 

 


"Saya punya analisis tiket itu akan diberikan kepada orang lain. Yang paling berkesempatan untuk mendapatkan itu adalah Gatot Nurmantyo," ujar Nasir di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, beberapa waktu lalu. 

 


Alasan kuat prediksi Nasir berkaitan dengan logistik untuk maju. Logistik Prabowo, ujar Nasir, telah terkuras habis saat mengikuti Pilpres pada 2014 lalu.  

 


"Pilpres ini adalah besar biayanya. Saya pikir mungkin Prabowo sudah... bukan saya tidak percaya pada Prabowo ya, tapi saya lihat logistiknya pada 2014 kemarin sudah terkuras," demikian Nasir. 


Reporter : Wem Fernandez

Editor : Bernadetta Febriana

 

Wem Fernandez
17-04-2018 15:36