Main Menu

PIlkada Jawa Tengah, KPUD Sosialisasi Pemilu Pada Narapidana

Hendri Firzani
22-04-2018 06:19

KPU Purbalingga sosialisasikan Pilgub Jateng di Lapas Kelas II B Purbalingga. (Dok. Dinhubkominfo PBG/re1)


– Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Purbalingga, Jawa Tengah menggelar sosialisasi Pemilihan Gubernur (Pilgub) Jawa Tengah 2018 di Lembaga Pemasyarakatan Kelas II B Purbalingga. Divisi Parmas dan SDM KPU Purbalingga, Sukhedi mengatakan sosialisasi ini menjadi penting untuk meningkatkan partisipasi warga binaa (narapidana atau napi) dalam Pilkada Jateng yang digelar serentak bersama Pilkada lain di Indonesia, 27 Juni mendatang.



Sosialisasi ini sekaligus mengenalkan kepada warga binaan, para calon gubernur dan calon wakil gubernur yang akan maju dalam pilkada nanti.

“Tahun ini merupakan tahun politik, ada agenda besar yang akan dilaksanakan. Ada Pilkada serentak tahun 2018 dan Pemilu serentak 2019. Pada Rabu pon 27 Juni 2018 nanti akan ada Pemilihan Gubernur, inilah pasangan calon gubernur yg akan memimpin periode 2018-2023. Bapak ibu harus mengenali paslon yang akan dipilih,” ucapnya, melalui keterangan tertulis yang diterima GATRA, Sabtu (21/4).

Menurut dia, KPU punya kewajiban untuk mendata semua warga yang memenuhi syarat sebagai calon pemilih. Itu termasuk napi yang memenuhi syarat sebagai seorang calon pemilih.

“Syaratnya pemilih genap berusia 17 tahun, mereka yang pernah menikah juga memiliki hak, bukan TNI Polri, dan sedang tidak dicabut hak politiknya. Anda-anda di sini tidak dIcabut hak pilihnya, maka anda berhak utk memilih,” jelasnya.

KPU ingin memastikan, warga negara Indonesia (WNI) yang memiliki hak pilih memeroleh hak yang sama dalam demokrasi. “Buktikan negara ini kedaulatannya ada di tangan rakyat. Kedaulatan dibuktikan salah satunya ketika kita menjalankan hak pilih. Dengan satu coblosan saja mampu menentukan masa depan kita ke depan. Tidak boleh ada pengaruh pihak lain,” imbuhnya.

Terkait daftar pemilih sementara (DPS) di Lapas Kelas II B Purbalingga, kata Sukhedi, jumlahnya mencapai 125 orang. Namun, jumlah ini bisa bertambah dan juga berkurang, tergantung mobilitas napi yang kadang dipinah ke Lapas lain atau bebas.

“Sementara yang terdaftar ada 125 pemilih. Apakah nanti ada dinamikanya, mungkin ada remisi dan sebagainya, kita harus tetap mengikuti dinamika tersebut,” jelasnya.

Kepala Lembaga Permasyarakatan (LP) kelas IIB Kabupaten Purbalingga, Suprapto juga mengimbau para warga binaan agar berpartisipasi dalam Pemilu nanti. Menurut dia, hal ini merupakan bentuk pelayanan negara yang tak membedakan hak-hak warga negara untuk berdemokrasi.

“Pilih yang terbaik yang mampu membawa bangsa kita lebih baik lagi. Di sini akan terbntuk TPS (Tempat Pemungutan Suara) yang masuk wilayah Purbalingga Kidul untuk menyalurkan hak pilih saudara. Sebagai warga binaan yang baik, harus ikut berpartisipasi,” kata Suprapto.



Penulis: Ridlo Susanto

Editor: Hendri Firzani 

Hendri Firzani
22-04-2018 06:19