Main Menu

Jika Terpilih, Emil Janji Tak Lupakan Warga Trenggalek

Mukhlison Sri Widodo
25-04-2018 01:47

Cawagub Jawa Timur nomor urut 1, Emil Elestianto Dardak. (Dok. IG/Emil Elestianto Dardak/FT02)

Trenggalek, Gatra.com - Emil Elestianto Dardak kembali mengungkapkan alasan dirinya maju sebagai calon wakil gubernur Jawa Timur 2018, mendampingi Khofifah Indar Parawansa.

 

Emil punya mimpi besar untuk menciptakan potensi bernilai strategis terutama buat daerah dan masyarakat Jawa Timur. Dan itu lebih mudah diwujudkan bila ia duduk di pemerintah provinsi.

Ia dan sebagian besar mayarakat daerah ini sulit memahami tudingan sebagian kelompok orang yang mengatakan dirinya berkhianat karena meninggalkan daerah ini untuk bertarung di level Jatim.

Bupati Trenggalek nonaktif ini sangat menyadari bahwa bukan tidak mungkin  tudingan itu lebih sebagai gerakan politik penjegalan.

"Logika yang semestinya kan manakala putra Trenggalek bisa ikut berperan dalam pemerintahan provinsi dan pembangunan di tingkat Provinsi, seharusnya memberikan keuntungan bagi masyarakat Trenggalek," ungkap Emil di Trenggalek, Selass (24/4).

Namun yang terjadi, kata Emil, logika yang sudah benar ini coba dibalik sebagai isu politik dengan mengatakan dirinya meninggalkan bahkan mengkhianati daerah ini.

Karena itu, pria yang telah banyak memperkenalkan nama Trenggalek di pentas nasional dan dunia itu menyebutnya dengan istilah pemikiran salah kaprah.

"Kenapa saya katakan logika terbalik, baru-baru ini kita mengunjungi hutan kota, di situ warga masyarakat berkeluh kesah kepada Pak Zulkifli Hasan bagaimana kawasan hutan di Trenggalek ini bisa dikurangi karena syaratnya cuma 30%, namun kewenangan terkait ini di luar kewenangan Kabupaten," Emil mencontohkan.

Contoh lain misalnya pada saat menyusun anggaran, Emil Dardak berusaha ingin mensejahterakan pesanggem hutan. 

Namun niatan ini tidak bisa berlanjut setelah BAPPEDA menyampaikan kewenangan terhadap hal ini merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi. 

"Hal ini menunjukkan sebagian besar nasib warga Trenggalek tidak hanya ditentukan oleh bupatinya melainkan juga ditentukan oleh gubernur," tegas doktor studi ekonomi pembangunan lulusan Jepang tersebut.

Contah lainnya, lanjut Emil, tentang bagaiman membangun Trenggalek sebagai pesisir Selatan Jatim yang kokoh, sebagai garda terdepan menghadap ke Samudera Hindia. Masalahnya juga sama kewenangan pemerintah terhadap kelautan juga sudah diserahkan kepada Provinsi. 

Tak hanya itu. Kewenangan pendidikan SMK/SMK juga ada di Provinsi, padahal dirinya selama jadi bupati mempunyai banyak program untuk pendidikan setara SMA/ SMK ini. 

Sehingga untuk mewujudkannya hanya bisa dilakukan melalui pemerintahan provinsi.

"Setelah melihat tiga pilar besar ini kewenangannya ada di Provinsi, sehingga kebijakan terhadap hal ini harus dimintakan ke ptovinsi, apakah benar bila niatan maju menjadi cawagub ini sebagai sebuah upaya meninggalkan atau berkhianat terhadap masyarakat Trenggalek," tanya Emil dengan nada retoris.

Emil menilai ada upaya menggiring opini terbalik sehingga kesannya dirinya berkhianat, padahal tujuannya selain mengambil amanah yang lebih besar Emil tetap berjuang untuk Trenggalek.

Dicontohkan lagi olehnya, dulu di Trenggalek ada sosok Bupati fenomenal yang diangkat menjadi Gubernur Irian Jaya, Brigjen Sutran namanya. 

Meskipun ditunjuk menjadi Gubernur Irian, Pak Sutran tetap memikirkan masyarakat Trenggalek dengan mengajak masyarakat bumi Menak Sopal ini bisa bekerja di sana.

Emil menegaskan dirinya sama halnya dengan Pak Sutran, darah Trenggalek, darah Imam Masjid Agung  Trenggalek mengalir pada dirinya, sehingga dirinya mau diapakan dirinya tidak akan melupakan Trenggalek.

Pernyataan Emil di berbagai komunitas berpengaruh di Trenggalek itu diamini Ketua Umum DPP PAN yang juga Ketua MPR Zulkifli Hasan.

"Serangan dari lawan itu biasa dilakukan, hal ini menunjukkan bawasannya pasangan yang kita usung ini sangat diperhitungkan," tegas Zulkifli Hasan yang mendampingi Emil.

"Dulu Pacitan tidak lebih maju daripada Trenggalek. Namun setelah SBY menjadi Presiden, Pacitan jauh lebih maju daripada Trenggalek apa tidak," ungkapnya dengan nada bertanya.

Melihat contoh-contoh tersebut, kata dia, bila Emil Dardak diberikan amanah menjadi wakil gubernur Jatim pasti lebih akan memberikan dampak positif bagi masyarakat Trenggalek.


Reporter : Abdul Hady JM
Editor : Mukhlison 

Mukhlison Sri Widodo
25-04-2018 01:47