Main Menu

Belum Tentu Bekoalisi, Gerindra, PKS, PAN, dan PBB Bentuk Sekber

Aditya Kirana
27-04-2018 20:48

 Sandiaga Uno (ANTARA/Risky Andrianto/yus4)

Jakarta, Gatranews.com - Sekretariat Bersama (Sekber) Gerindra-PKS diresmikan di Jalan Taman Amir Hamzah, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (27/4). Peresmian sekber yang dijadwalkan pukul 18.00 ini baru dimulai dua jam kemudian dengan teriakan Prabowo Presiden.

Acara ini dihadiri oleh Ketua Umum DPP Gerindra, Prabowo Subianto; Wasekjen DPP PKS, Abdul Hakim; Wakil Ketua Umum DPP PAN, Hanafi Rais; dan Dewan Pembina DPP Gerindra, Sandiaga Uno; dan juga perwakila dari DPP PBB.

Dalam sambutannya, Sandiaga Uno mengatakan bahwa kerja-kerja politik akan dimulai di sekber ini. “Untuk Indonesia yang lebih baik ke depan,” ujarnya.

Titik beratnya, kata Sandiaga, adalah diskusi ekonomi yang akan fokus pada ekonomi kerakyatan, membuka lapangan kerja dan percepatan pembangunan dengan pemerintahan yang bersih. “Dan itu dimulai dari rumah [sekber] ini,” ujarmya.

Sandiaga juga mengklarifikasi bahwa tidak ada deklarasi koalisi. “Hari ini tidak ada deklarasi koalisi,” ujarnya sembari menutup sambutannya dengan takbir.

Abdul Hakim dalam sambutannya mengatakan, bahwa DPP PKS memberikan apresiasi kepada Prabowo yang sudah mengambil langkah besar bagi perubahan masyarakat Indonesia dengan slogan 2019 Ganti Presiden. “Semoga rumah ini [sekber] membawa keberkahan bagi seluruh rakyat Indonesia,” ujarnya.

Semua parpol, kata Hakim, masih terus berkomunikasi secara intensif dan DPP PKS sendiri masih menggodok nama pendamping Prabowo. PKS, Gerindra, PAN, dan PBB. Masih ada tahapan-tahapan di internal partai. Tapi malam ini, kata Hakim, untuk memperkokoh bangunan koalisi. Capres dan cawapres sudah ditentukan, maka koalisi akan ditetapkan.

Hanafi Rais dalam sambutannya mengatakan sekber ini sudah sesuai dengan momentum dari parpol pengusung Prabowo. “Apalagi nanti dimulai dengan diskusi ekonomi,” ujarnya. Apa lagi dengan melemahnya nilai rupiah, pasar saham anjlok dan surat utang negara (SUN) sudah mulai tidak laku. “Maka isu yang akan didorong harus dimulai dari sekber ini,” katanya. Hanafi mengharapkan bahwa kelak rakyat harus mulai dibiasakan dengan gagasan yang produktif dan berasal dari sekber ini.

Prabowo Subianto dalam sambutannya, membanggakan, generasi muda yang siap untuk mengambil alih tongkat estafet dari generasi yang lebih tua. “Kami di sini meyiapkan alih generasi,” ujarnya. Tapi jika rakyat menginginkan, Prabowo siap untuk memenuhi aspirasi dari akar rumput dan anak muda Gerindra, PKS, dan PAN. “Mereka yang berani memerintahkan saya datang ke sini,” candanya.

Prabowo juga berkelakar bahwa tidak bisa berpidato terlalu lama. “Karena sekarang lagi sakit gigi dan banyak wartawan,” candanya lagi. Kawasan sekber ini, kata Prabowo, juga dipenuhi oleh sejarah dan melahirkan presiden. “Jadi ini sepertinya sudah ada kolusi dari anak muda untuk buat syukuran di sini,” katanya.

Prabowo prihatin dan sudah memberikan peringatan bahwa sistem ekonomi yang dijalankan berada di jalan yang salah dan meninggalkan UUD 45. “Saya mengajak semua pihak untuk bicara gagasan, jalan keluar, kita bicara data fakta dan akal sehat,” katanya. Selama ekonomi dikuasai 1%  populasi, maka itu menjadi titik rawan Indonesia. Maka Prabowo akan memberikan solusi. “Kita punya kekuatan intelektual yang hebat dan siap memimpin negara ini menuju kejayaan,” katanya.


Reporter: Aditya Kirana
Editor: Iwan Sutiawan

Aditya Kirana
27-04-2018 20:48