Main Menu

Hasil Survei : Elektabilitas Deddy-Dedi Tinggalkan Pesaingnya

Sandika Prihatnala
10-05-2018 14:14

Dedi Mulyadi dan Deddy Mizwar (Dok. Golkar Jabar/re1)

Bandung, Gatra.com - Pasangan calon gubernur-wakil gubernur (cagub-cawagub) Jawa Barat Deddy Mizwar-Dedi Mulyadi mengungguli tiga pasangan cagub-cawagub Jabar lainnya dalam ajang Pilgub Jabar 2018. Bahkan, elektabilitas pasangan nomor urut 4 itu melesat jauh meninggalkan pesaingnya.

 

Hasil survei terbaru yang dilakukan Indonesia Strategic Institute (Instrat) memaparkan peta kekuatan politik terbaru setelah seluruh pasangan cagub-cawagub Jabar berkampanye selama tiga bulan ke belakang. Survei yang dilaksanakan 3-6 Mei 2018 lalu itu bertujuan untuk mengetahui peta kekuatan politik terbaru di Pilgub Jabar 2018 dengan metodologi multistage random sampling dan wawancara tatap muka.

Survei melibatkan 1.800 responden yang tersebar di 27 kabupaten/kota dan 255 kecamatan dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin of error +-2,31 persen. Dalam paparannya, Dewan Pakar Instrat Sidrotun Naim Phd mengatakan, pasangan Deddy-Dedi mengungguli pasangan Ridwan Kamil-Uu Ruzhanul Ulum (Rindu), Sudrajat-Syaikhu (Asyik), dan Tubagus Hasanudin-Anton Charliyan (Hasanah). Tidak hanya elektabilitas, kata Sidrotun, pasangan yang diusung Partai Demokrat dan Golkar itu juga unggul dalam hal popularitasnya.

"Jika sebelumnya elektabilitas Deddy-Dedi bersaing ketat dengan Rindu, berdasarkan survei terbaru, elektabilitas Deddy-Dedi kini unggul jauh," kata Sidrotun dalam rilis yang diterima GATRA, Kamis (10/5).

Sidrotun memaparkan, pasangan Deddy-Dedi memiliki potensi elektabilitas hingga 40,5 persen atau meninggalkan jauh rival terberatnya, pasangan Rindu yang potensi elektabilitasnya hanya 29 persen. Di posisi ketiga, lanjut Sidrotun, ditempati pasangan Asyik dengan potensi elektabilitas 7,7 persen dan Hasanah di posisi buncit dengan 4,7 persen.

"Saat Deddy-Dedi bersaing ketat dengan Rindu, jumlah pemilih yang belum menentukan pilihannya (swing votters) mencapai 45 persen, tapi sekarang tinggal 17,8 persen. Mereka banyak yang menjatuhkan pilihannya kepada Deddy-Dedi," jelasnya.

Sementara itu, dalam hal popularitas cagub-cawagub Jabar, Deddy Mizwar masih menempati posisi teratas dengan tingkat popularitas mencapai 90,1 persen dan dibayangi Ridwan Kamil 80,7 persen. Kemudian, berturut-turut, Dedi Mulyadi dengan popularitas 69,1 persen, Uu Rhuzanul Ulum 40,7 persen, Ahmad Syaikhu 36 persen, Anton Charliyan 34,9 persen, Tubagus Hasanudin 34,3 persen, dan Sudrajat 31,3 persen.

Meski begitu, Sidrotun menerangkan, di sisa waktu sebelum pencoblosan sekitar satu bulan lagi, seluruh pasangan cagub-cawagub Jabar masih berpeluang meraup suara, terutama dari swing votters.

"Ridwan Kamil masih bisa menambah tingkat elektabilitas dan popularitasnya, calon lainnya pun bisa," katanya.

Menurutnya, torehan positif yang sementara ini didapat pasangan Deddy-Dedi merupakan buah dari sosok Deddy Mizwar dan Dedi Mulyadi sendiri. Dia menyebut, sosok Deddy Mizwar sudah tak asing lagi bagi warga Jabar, sehingga peluang keterpilihannya pun tinggi.

"Selain sosok pasangan calon, mesin partai pengusung, yakni Golkar dan Demokrat juga terbukti membuahkan tren positif," sebutnya.

Sebaliknya, pihaknya belum melihat hasil kerja mesin PKS yang mengusung Pasangan Asyik di Pilgub Jabar 2018. Padahal, partai yang dikenal memiliki militansi yang tinggi itu sebelumnya sukses memenangkan Ahmad Heryawan di Pilgub Jabar 2008 dan 2013.

"Jika melihat hasil survei, pasangan Asyik belum menunjukan efektivitas mesin partai pengusungnya," tandasnya.


Reporter : Mohammad Zainal

Editor : Sandika Prihatnala

Sandika Prihatnala
10-05-2018 14:14