Main Menu

Kiai dan Ulama se-Kuningan Dukung Cak Imin Jadi Cawapres

Wanto
01-06-2018 08:42

Dukungan Kiai dan Ulama se-Kuningan kepada Cak Imin. (Dok. PKB/FT02)

Kuningan, Gatra.com - Dukungan terhadap Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar untuk maju sebagai calon wakil presiden (Cawapres) pada pilpres 2019 nanti kembali diperoleh. Kali ini, sejumlah kiai dan ulama yang tergabung dalam Majelis Silaturrahmi Ulama Rakyat (Masyura) se Kabupaten Kuningan menyatakan dukungannya untuk Muhaimin. 

 

"Kami mendukung Muhaimin Iskandar yang dikenal Cak Imin sebagai calon Wakil Presiden RI periode 2019-2024," kata Pemimpin Ponpes Nurul Huda KH Abdul Aziz, Pesantren Nurul Huda, Kuningan, Jawa Barat. Sebagai konsekuensi atas dukungan tersebut, Kiai Abdul Aziz dan para kiai se Kabupaten Kuningan berjanji akan memegang komitmennya, untuk menyukseskan kemenangan Cak Imin.

"Kami siap bergerak bersama seluruh lapisan masyarakat dalam menyosialisasikan dan menyukseskan kemenangan cak imin sebagai cawapres," ujarnya. Mendapat dukungan itu, Cak Imin merasa bahagia dan bersyukur. Apalagi jelang kontestasi Pilpres 2019, dukungan dari para kyai dan masyarakat semakin besar.

“Wabilkhusus saya ucapkan terimakasih kepada KH Abdul Aziz. Insyaallah saya akan berjuang mewujudkan kemauan kyai dan ulama. Khususnya di Kuningan ini,” ujar Cak Imin.

Menurutnya, era reformasi menjadi kekuatan baru bagi bangsa Indonesia untuk kembali meraih kejayaan. Untuk mewujudkan itu, kata Cak Imin, sudah saatnya santri mengambil peran di kursi kepemimpinan nasional. “Ini semua akan tuntas apabila ghirah itu dipimpin ulama aswaja. Kalau ghirah yang seperti itu tidak dipimoin oleh NU, maka bisa diprediksi terjadi kerawanan perpecahan seperti negara lain di penjuru dunia,” pungkas Wakil Ketua MPR itu.

Cak Imin melanjutkan, dukungan para ulama menjadi kekuatan baru seperti ombak besar yang muncul secara tiba-tiba. Dukungan kiai dan ulama kata Cak Imin, dinilai seperti ombak besar yang sudah ditunggu oleh unat selama ini.

Cak Imin menegaskan, apa yang dia lakukan saat ini dengan berkeliling daerah menyosialisasikan diri sebagai cawapres bukan sifat ambisius semata. “Itu jadi fardhu kifayah saya. Saat mendapat amanah para kyai dan ulama, pantang bagi saya mundur ke belakang. Amanah kiai sungguh bukan kesombongan tapi perjuangan berat buat saya,” tutur dia.


 

Reporter : Wanto
Editor: Hendri Firzani

Wanto
01-06-2018 08:42