Main Menu

Didukung Penuh Serikat Pekerja, Emil Dardak Road Show ke Kantong Industri

Mukhlison Sri Widodo
09-06-2018 12:32

pasangan cagub dan cawagub Jatim Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak. (Dok.Khofifah Indar Parawansa/RT)

Mojokerto, Gatra.com - Komitmen Serikat Pekerja Percetakan dan Penerbitan Industri (SPPPI) Jawa Timur mendukung pasangan cagub dan cawagub Jatim Khofifah Indar Parawansa-Emil Elestianto Dardak, bukan omong kosong.

 

Terbukti, SPPPI Jawa Timur menginisiasi sekaligus memfasilitasi Emil Dardak road show ke sejumlah kawasan industri di Jatim.

"Hari ini merupakan langkah awal, hari Senin nanti kita akan road show di Kabupaten Pasuruan dan Malang Raya," kata Ketua DPD SPPPI Jatim Sudarmadji, saat mendampingi Emil Dardak di kawasan industri Ngoro, Mojokerto, Jumat (8/6).

Sudarmadji menegaskan, pihaknya merasa memiliki tanggung jawab moral untuk terus memperkenalkan sekaligus menyukseskan program pasangan Khofifah-Emil.

"Teman-teman aliansi benar-benar serius untuk mensukseskan pasangan Kofifah-Emil ini," tegasnya.

Dalam kesempatan itu, Emil Elestianto diminta untuk menyampaikan gagasannya tentang gagasan politik industri yang akan diusung pada perhelatan Pilgub Jatim tahun ini.

"Kita tentunya sebagai Pemerintah harus terus memastikan bahwa daya saing ini terjaga. Daya saing ini meliputi kemudahan akses menuju pelabuhan, karena industri ini terus tumbuh dan daya tampung pelabuhannya bisa over load," kata Emil.

Menurut doktor ekonomi pembangunan ini, jika daya tampungnya sudah penuh, maka daya saing industri ini juga akan bisa terpengaruh. 

”Kalau jalan itu macet atau rusak juga bisa berpengaruh. Kontinyuitas dari listrik, bagaimana dengan kesejahteraan para tenaga kerja disini menjadi kontribusi Pemerintah mendatang untuk bisa mendukung dunia usaha. Pemerintah harus punya cara untuk mendukung kapasitas SDM," Emil mengungkapkan.

Yang paling penting, lanjut Emil, kawasan industri menjadi kunci mendorong tumbuhnya industri-industri, sedangkan berdiri industri di luar kawasan industri tentunya ada kendala-kendala sosial dan lainnya yang tentunya menambah kompleksitas dunia usaha. 

”Makanya kita ingin memperhatikan apa saja kriteria yang memilih kawasan industri, supaya nantinya bila kita ingin mendorong investasi baru itu bisa tepat,” tandasnya.

Emil lalu mencontohkan saat ini yang  potensial berada di exit tol Kertosono-Nganjuk yang bisa dijadikan kawasan industri. Nanti perlu kita petakan, dibandingkan dengan Ngoro plus minusnya apa dan industri apa yang sebaiknya di sana.

Apakah mungkin yang cocok industri padat karya karena fasilitas pendukung di sana lebih murah atau mungkin industri yang lainnya. 

"Inilah pemetaan yang perlu dilakukan untuk membuat dan menyusun road map industri Jawa Timur untuk dua puluh tahun mendatang, bukan hanya lima tahun mendatang,” imbuhnya.

Imam Susilo, Direktur PT. Profilindah Karisma menyambut positif gagasan dari Emil Dardak. Direktur perusahaan yang bergerak dalam pembuatan daun pintu kualitas ekspor ini menyebut, dunia usaha masih membutuhkan bantuan dari pemerintah utamanya perlunya Pemerintah memperlunak peraturan, masih banyak yang tumpang tindih. 

”Saat ini pelaku usaha masih mengalokasikan 10 hingga 20% resourcenya untuk urusan administrasi. Pengusaha ini berharap hal ini bisa disederhanakan sehingga angka 10 hingga 20% tersebut bisa dialokasikan kepada kepentingan yang kebih bermanfaat,” kata Imam Susilo.

Emil Dardak maju pada Pilgub Jatim 2018 mendampingi Khofifah Indar Parawansa. Pasangan Khofifah-Emil ini diusung Partai Demokrat (13 kursi), Golkar (11 kursi), PPP (5 kursi), NasDem (4 kursi), Hanura (2 kursi), PAN (7 Kursi), dan PKPI.

Sedangkan rivalnya, pasangan Saifullah Yusuf-Puti Guntur Soekarno diusung PKB (20 kursi), PDIP (19 kursi), Gerindra (13 kursi), dan PKS (6 kursi).


Reporter : Abdul Hady JM
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
09-06-2018 12:32