Main Menu

Indodata: Pasangan Yossi - Aries Menguat 40-60 Persen di Pilwalkot Bandung

Aditya Kirana
20-06-2018 18:33

Pasangan Yossi - Aries.(ANTARA Jabar/re1)

Bandung, Gatra.com - Survei Indodata menempatkan pasangan Yossi Irianto - Aries Supriatna (Yossi - Aries) dengan elektabilitas tertinggi di antara dua calon lainnya, Nurul Arifin - Chairul Yaqin Hidayat (Nuruli) dan Oded M Danial-Yana Mulyana (Oded - Yana).


Pasangan Yossi - Aries, menurut hasil sigi yang dilaksanakan pada Mei 2018 ini menjadi pasangan yang paling diinginkan menggantikan Ridwan Kamil dengan prosentase 38,2 persen.

Keunggulan itu jauh meninggalkan Oded - Yana yang hanya meraih 29,3 persen dan Nuruli yang harus puas di posisi buncit dengan elektabilitas hanya 27,8 persen.

Pada hasil sigi Indodata sebelumnya, bulan Februari 2018, Yossi - Aries mendapatkan 35,2 persen, Oded - Yana 33,9 persen dan Nuruli di angka 18,2 persen.

Sebelumnya di bulan April, pasangan Oded - Yana mulai mendekati pasangan Yossi - Aris dengan selisih tipis. Pada survei kedua itu, Oded-Yana meraih 35,4 persen dan Yossi-Aries 37,7 persen. Sementara Nurul - Chairul masih di posisi ketiga dengan 19,7 persen.

Direktur Eksekutif Indodata, Danis Saputra mengatakan pasangan nomor urut 2 memang akan sulit terkejar. “Hal ini karena Ridwan Kamil, walikota Bandung non aktif sudah merapatkan dukungannya pada Yossi - Aries,” katanya.

Pemilih Ridwan Kamil, sudah mulai melakukan identifikasi posisi politiknya dan mengalihkan dukungan ke Yossi - Aries. “Emil mampu mengkapitalisasi suaranya di Kota Bandung dan mengalihkan suaranya kepada pasangan ini'' kata Danis.

Selain itu, salah satu faktor perubahan yang cukup drastis dalam hasil survei tersebut yakni adanya permainan isu. PKS sebagai pengusung Oded - Yana saat ini sedang terkena sentimen isu radikalisme. PKS, lanjut Danis, juga diisukan tidak menerima kearifan lokal dan juga lemahnya kandidat ketika debat.

Peningkatan elektabilitas Nuruli, kata Danis, bukan karena pengalihan suara dari Yossi - Aries. Tapi justru dari Oded - Yana. Menurut Danis, persepsi masyarakat bergoyang oleh berbagai isu yang menerpa PKS. “Masyarakat Kota Bandung mereka tinjau ulang pilihannya sehingga terjadilah pola elektabilitas seperti ini," jelas Danis.

Sementara itu, lanjut Danis, disaat paslon Oded - Yana melemah, pasangan Nuruli justru berpeluang menguat penggantikan posisi di urutan kedua hasil survei. Faktornya karena penokohan Ruli sebagai cucu Tjokroaminoto, pengaruh image Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini sebagai pemimpin yang sukses, dan merangkul aktivis ramah lingkungan.

"Kalau pasangan Yossi - Aries berpeluang menguat menjadi 40 - 60 persen karena dipengaruhi dukungan Ridwan Kamil sebagai wali kota sebelumnya, juga karena incumbent yang dianggap berpengalaman, memiliki program yang dilaksanakan dan merangkul semua kalangan," ucapnya.

Dengan demikian, ia memprediksi pasangan Yossi - Aries adalah pasangan yang berpeluang besar menjadi Wali Kota Bandung pada Pilwalkot 27 Juni mendatang. Alasannya, kepercayaan publik terhadap tokoh dari pemerintahan dan dukungan Ridwan Kamil menjadi daya dorong bagi elektabilitas pasangan Hebring.

Sementara posisi kedua diperebutkan oleh pasangan Nurul - Chairul dan pasangan Oded - Yana. Keadaan ini terjadi karena semakin baiknya pencitraan pasangan Nurul - Chairul di tengah masyarakat Kota Bandung, sedang pencitraan Oded - Yana makin melemah.

"Tapi pergerakannya akan tetap berubah sampai 27 Juni nanti. Berdasarkan survei tersebut, bisa terlihat masyarakat sudah mulai move on menemukan pengganti yang layak dari Ridwan Kamil," pungkasnya.

Sigi Indodata menggunakan metode Mix Method, yakni menggabungkan informasi data terbuka dan informasi data tertutup.Metode campuran ini, pada survei Februari melibatkan 1241 responden dan margin error 2,78 persen. Selanjutnya April 2018 dengan 1241 responden dan margin error 2,78 persen. Sementara survei Mei dengan 1241 responden dan margin error 2,78 persen.

Kemudian, penelitian dilanjutkan dengan penelitian kualitatif pada Juni 2018 dengan melakukan analisa terhadap isu media dan wawancara masyarakat yang dilakukan secara purposive.


Reporter : Aditya Kirana

Editor : Birny Birdieni

Aditya Kirana
20-06-2018 18:33