Main Menu

Basarah : Jokowi Kecewa Dengan Khofifah

Bernadetta Febriana
26-06-2018 11:23

Ahmad Basarah. (GATRA/Jongki Handianto/FT02)

Jakarta, gatra.com - Ketua Tim Pemenangan PDI Perjuangan Pilgub Jawa Timur 2018 Ahmad Basarah menyanggah pernyataan politik Airlangga Hartarto yang mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo mendukung Khofifah Indar Parawangsa dalam Pilgub Jatim 2018. Menurut Basarah, Ketua Umum Golkar tersebut seharusnya meminta penjelasan kepada Jokowi siapa yang sebenarnya didukung dalam perebutan kursi penguasa Jawa Timur tersebut.

Basarah tidak bisa menerima alasan Airlangga bahwa Jokowi memberikan dukungan kepada Khofifah di Pilgub 2018 adalah karena Khofifah mendukung Jokowi dalam Pilpres 2014 lalu dan Jokowi mengatakan bahwa dalam memilih cagub tidak harus atas dasar kesamaan partai. "Ini tentu menyinggung perasaan Ketua Umum PDI Perjuangan Ibu Megawati dan mengarah pada upaya adu domba antara Bu Mega dengan Pak Jokowi," kata Basarah dalam rilis yang diterima Gatra.com.

Sikap pribadi Jokowi terhadap Pilgub Jawa Timur setelah Puti Guntur Soekarno ditetapkan sebagai Cawagub Jawa Timur menggantikan Azwar Anas yang mengundurkan diri, menurut Basarah, sudah sangat jelas. "Sebagai Ketua Tim Pemenangan Pilgub Jawa Timur saya dan Puti Guntur Soekarno sudah dua kali dipanggil Pak Jokowi secara khusus pada tanggal 13 Februari 2018 dan 14 Mei 2018 yang lalu," kata Basarah.

Dalam pertemuan tersebut, lanjutnya, Jokowi memberikan ucapan selamat kepada Puti dan bahkan Jokowi juga memberikan arahan-arahan dan petunjuk cara untuk memenangkan pilgub Jawa Timur. "Setelah pertemuan kami berdua dengan Pak Jokowi langsung ditindaklanjuti dukungan dari seluruh relawan-relawan Jokowi yang ada di Jawa Timur," katanya.

Dalam pembicaraan tersebut, lanjutnya, Jokowi juga menjelaskan bahwa ia kecewa karena Khofifah meninggalkan jabatan Menteri Sosial sebelum berakhir masa jabatan. "Secara tegas Jokowi menyatakan tidak pernah ada instruksi mendukung Khofifah," katanya.

Menurut Basarah, pernyataan Airlangga yang mengatakan sikap Jokowi bahwa dalam memilih Cagub tidak harus didasarkan atas persamaan partai adalah pernyataan yang memanas-manasi perasaan Bu Mega, apalagi Puti Guntur Soekarno adalah keponakan Bu Mega dan cucu pertama Bung Karno.

"Demikian juga dengan pernyataan Airlangga yang mengatakan bahwa alasan Pak Jokowi mendukung Khofifah karena telah mendukung dalam Pilpres 2014 juga seakan-akan menafikan keberadaan PDI Perjuangan sebagai partai utama pengusung Jokowi pada pilpres 2014," katanya.

Jika Airlangga Hartarto loyal pada Pak Jokowi, kata Basarah, seharusnya Airlangga harus menjaga suasana kondusif dan menjaga kekompakan antar partai pendukung Jokowi. "Terutama dengan Bu Mega sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan tempat Pak Jokowi dibesarkan," kata Wasekjen PDI Perjuangan ini.

Basarah yakin, Jokowi adalah tokoh yang sangat menghormati Bung Karno, Mega dan Guntur Soekarno sebagai ayahanda Puti. "Jadi tidak mungkin Jokowi tidak mendukung Puti dalam Pilgub Jawa Timur," katanya. Oleh karena itu, kata Basarah, seharusnya Airlangga meminta penjelasan ulang kepada Jokowi tentang siapa sebenarnya yang Jokowi dukung.


Editor : Bernadetta Febriana

Bernadetta Febriana
26-06-2018 11:23