Main Menu

BI NTT Antisipasi Peredaran Uang Palsu Saat Pilkada

Sujud Dwi Pratisto
26-06-2018 21:44

Kepala BI NTT Naek Tigor Sinaga. (Ist/FT02)

Artikel Terkait

Kupang, Gatra.com - Pihak perwakilan Bank Indonesia (BI) wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) telah mengantisipasi kemungkinan terjadinya peredaran uang palsu dalam ajang pilkada serentak di NTT. Sebelumnya memang beredar isu, sehari jelang pelaksanaan pilkada serentak akan ada perdaran uang palsu di NTT.

 

“Memang ada isu tetapi petugas kami bekerja bukan karena ada isu. Apalagi isu tersebut terkait pilkada, yang hari H nya besok (Rabu) 27 Juni ,” kata Naek Tigor Sinaga, Kepala Perwakilan BI Wilayah NTT di Kupang kepada Gatra.com, Selasa (26/6).

 


Sinaga mengatakan pihaknya sudah mendapatkan berbagai informasi soal peredaran uang palsu pada saat pelaksanaan pesta demokrasi di NTT. “Kami tidak mau masuk dalam rana politik, soal Pilbup atau Pilgub. Soal uang palsu sudah kami sosialisasi melalui berbagai even di NTT. Kami sudah jelaskan pada masyarakat soal bedanya uang palsu dan asli,” katanya.

 

Sosialisasi, kata Sinaga, sudah dilakukan BI sebelum pilkada melalui delapan Kantor Kas BI titipan di NTT. Kedelapan kota itu adalah Atambua untuk daratan Timor Barat, Waingapu, Waikabubak di Sumba, Ruteng, Ende, Maumere utuk Flores, Lewoleba untuk Lembata dan Kalabahi untuk Pulau Alor.

 

Jika masyarakat menemukan uang palsu segera berkoordinasi dengan petugas BI dan aparat penegak hukum setempat.”Kami menghimbau pada masyarakat, Harapan kami sesuai jika menemukan lembaran uang yang merasa dicurigai sebagai uang palsu segera berkoordinasi selain kepada pihak BI dan aparat polisi setempat ,” kata Sinaga.


Reporter : Antonius Un Taolin (Kupang)

Editor     : Sujud Dwi Pratisto 

Sujud Dwi Pratisto
26-06-2018 21:44