Main Menu

Bawaslu Lobar Turunkan Promosi Kesehatan Berbau Politis

Birny Birdieni
27-06-2018 07:37

Ilustrasi Bawaslu. (Dok.GATRA/FT02)

Mataram, Gatra.com- Diduga bermuatan kampanye, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Lombok Barat (Lobar), NTB menurunkan spanduk promosi kesehatan yang dipasang Dinas Kesehatan, Kabupaten Lobar. Bawaslu menilai spanduk tersebut bertuliskan angka tiga yang menandai nomor urut salah satu Calon Bupati-Wakil Bupati Lombok Barat pada Pilkada 27 Juni 2018 mendatang.


Menurut Ketua Bawaslu Lobar  L. Arjuna Surya Nursiwan, pemasangan spanduk di seluruh Puskesmas dan Pusat Kesehatan Pembantu (Pustu) se Lobar tersebut diyakni bermuatan politis. Sedangkan masa tenang kampanye sudah diberlakukan sejak (24/6) lalu. 

Selain itu pada spanduk tersebut juga dicantumkan foto Bupati incumbent mengenakan baju koko dilengkapi sorban persis foto yang ditampilkan pada kertas suara Pilkada 2018 ini. "Pemasangan spanduk ini saya nilai sebagai bentuk kampanye terselubung salah satu Paslon,” kata L Arjuna di Lombok Barat, Selasa malam (26/6). 

Terpisah Kepala Dinas Kesehatan Lobar, H. Rahman Sahnan Putra sangat menyangkan sikap Bawaslu Lobar yang menurunkan spanduk tersebut. Rahman menyatakan pemasangan spanduk dimaksud hanya menjalankan amanah pemerintah pusat melalui hasil Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kesehatan, yang harus diturunkan menjadi gerakan aksi di daerah-daerah.  

“Tiga jurus itu adalah bagaimana menurunkan stunting, TBC, dan menggerakkan masyarakat untuk imunisasi,” ujar Rahman. Ditambahkannya, stunting (pendek) telah menjadi isu nasional. Dimana terdapat  100 daerah yang disinyalir mengalami masalah serius tersebut. 

“Untuk Kabupaten Lobar saja, angka stunting di tahun 2007 mencapai 49,8 persen, hampir 50 persen generasi kita terjangkit stunting itu. Kita telah berhasil menurunkannya menjadi 32,01 persen di tahun 2017,” papar Rahman.

Terhadap persoalan stunting ini sendiri, Rahman justru mengaku Bappenas tertarik untuk menjadikan Lobar menjadi role model penangan stunting nasional. Menurunkan angka tersebut menurut Rahman, bukan perkara mudah.

Namun melalui perjuangan keras, terutama dalam tiga tahun terakhir. “Dalam rangka itu, kita membangun sistem informasi seperti e-pukesmas, e-pustu, dan e-posyandu. Kita pun telah menguatkan aspek pelayanan ke masyarakat, terutama di 1.000 hari pertama kehidupan,” jelasnya.

Meski spanduk promosi kesehatan itu sudah diturunkan Panwas, Rahman tetap akan meneruskan kegiatannya. Rabu (27/6) ini rencananya akan dakukan pencanangan tiga jurus dalam rangka mempercepat penurunan stunting, melakukan upaya upaya pencegahan TBC, dan peningkatan capaian imunisasi.

"Jangan dikait-kaitkan. Saya tahu suasana Pilkada, sah-sah saja orang mengait-ngaitkan,” ungkap Rahman menutup pembicaraan.


Reporter: Hernawardi
Editor : Birny Birdieni

Birny Birdieni
27-06-2018 07:37