Main Menu

Polres Banyumas Terima 8 Laporan Dugaan Politik Uang

Hendri Firzani
27-06-2018 21:56

Ilustrasi.(Shutterstock/re1)

Banyumas, Gatra.com – Meski pilkad aberjalan lancar dan aman, Kepolisian Resor Banyumas menerima laporan delapan dugaan politik uang atau Money Politics yang dilaporkan atau menjadi temuan Panwaslu Kabupaten Banyumas, sejak Selasa malam hingga Rabu dinihari tadi (27/6/2918).



Kepala Polres Banyumas, AKBP Bambang Yudhantara Salamun mengatakan, delapan laporan yang diterima dari Panwas Banyumas tersebar di beberapa wilayah. Di antaranya di wilayah Kecamatan Sumbang, Kebasen, Lumbir, dan Kecamatan Ajibarang.

Modusnya beragam. Tetapi, yang jelas ada indikasi pemberian uang dari orang tertentu ke pihak lainnya untuk mengarahkan memilih salah satu calon. “Tadi saya mendapat laporan dari Panwas. Tadi malam itu, ada delapan kejadian. Yang diduga itu adalah tindakan money politics,” katanya, Rabu (26/6).

Menurut dia, seluruh dugaan politik uang itu kini sedang diproses di Panwaslu dan Sentra Gakumdu Banyumas. Akan tetapi, ia enggan menyebut kasusnya lantaran masih dalam proses pemeriksaan.

Bambang mengklaim, kepolisian juga mendampingi saat Panwas mengamankan pihak yang disinyalir melakukan politik uang. Hal itu dilakukan untuk mengantisipasi agar temuan dugaan politik uang itu mengakibatkan situasi tak kondusif. Pasalnya, saat ada penangkapan, biasanya ada pengerahan massa.

Sekarang semua proses masih berjalan di Panwas Kabupaten, untuk menentukan apakah itu perbuatan money politics,” jelasnya.

Terkait dugaan politik uang yang terjadi di Desa Susukan Kecamatan Sumbang, Bambang menegaskan persoalan itu telah selesai dengan damai. Banser NU mencabut laporan dugaan persekusi di Polres Banyumas, sedangkan PDIP mencabut laporan dugaan Money Politics di Panwaslu.

Dia menambahkan, hingga Rabu siang, kondisi pencoblosan Pilkada serentak 2018 di Banyumas berjalan aman dan kondusif.


 

Reporter: Ridlo K Susanto

Editor: Hendri Firzani

Hendri Firzani
27-06-2018 21:56