Main Menu

PKS Balik Tuding PDIP Faktor Penguras Suara Gus Ipul di Pilkada Jatim

Rohmat Haryadi
05-07-2018 10:01

Dedi Supriadi, Kepala Humas DPP PKS (Dok. PKS)

Jakarta, Gatra.com -- Sekjen PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto menuding bahwa dukungan Partai Keadilan dan Sejahtera (PKS) pada pasangan Saifullah Yusuf (Gus Ipul) - Puti Guntur Soekarno, berdampak negatif. Sehingga kedua pasangan tumbang oleh pasangan Khofifah Indar Parawansa-Emil Dardak. Tidak terima dengan tudingan itu, PKS mengatakan justru faktor PDI Perjuangan yang membikin Gus Ipul keok.

 

"Gus Ipul didukung ulama. PKS dukung Gus Ipul selain karena sudah dua periode, dukung dia di Pilgub karena rekomendasi ulama-ulama Jatim. Tetapi begitu PDIP masuk, banyak ulama yang dukung Gus Ipul menarik diri menyeberang ke Khofifah," kata Dedi Supriadi, Kepala Humas Dewan Pimpinan Pusat PKS, di Jakarta, Kamis ini. Alasan para ulama itu menurut Dedi, mereka tidak mau Gus Ipul menggaet kader dari partai yang mendukung penista agama di Pilkada DKI.

Waktu itu sentimen Ahok dan 212 masih kuat. Tetapi Gus Ipul tetap menerima PDIP. "Karena PKS sudah janji untuk mendukung Gus Ipul,maka dukungan PKS tetap diberikan," katanya. Bagi PKS menurut Dedi, kalau memang kalah ya sebaiknya menerima saja. "Kalah ya kalah saja. Nggak usah nyalah-nyalahkan yang lain. Mesin PKS bekerja optimal di Jatim. Coba partai lain introspeksi juga," katanya.

Dedi mencontohkan kiprah PKS di tempat lain yang tidak berkoalisi dengan PDI Perjuangan. "Contoh Kalbar, kami nggak sama PDIP, kami menang. Kaltim, Sumut, NTB dan lain-lain, nggak sama PDIP kami menang. Jadi yang nggak jalan mesinnya partai mana?" katanya.

Namun, Dedi juga menyampaikan yang bekerjasama dengan PDI Perjuangan ada yang menang yaitu di Sulawesi Selatan. "Di Sulsel, kami sudah bersama Prof. Nurdin Abdullah dua periode saat menjadi Bupati Bantaeng. PDIP baru masuk saat Pilgub. Untung saja menang, kalau kalah, paling PKS juga yang disalahin," katanya.


Editor: Rohmat Haryadi

Rohmat Haryadi
05-07-2018 10:01