Main Menu

Soal ‘Ancaman’ Tifatul ke Gerindra, PKS; Dalam Politik Sah-Sah Saja

Wem Fernandez
11-07-2018 12:33

Ketua Fraksi PKS di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI), Jazuli Juwaini.(ANTARAnews/re1)

 

 

-Ketua Fraksi PKS di Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Jazuli Juwaini mengungkapkan, pernyataan yang dilontarkan anggota Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Tifatul Sembiring adalah hal yang lumrah dalam politik. 

 Tifatul sebelumnya menyebutkan, PKS bisa meninggalkan Gerindra jika Prabowo Subianto tidak mengambil calon wakilnya dari PKS. 

 “Namanya komunikasi politik, perkembangan politik ya sah-sah saja, karena politik itu kan tidak apa namanya selalu dinamis ya. Perkembangan itu juga dinamis. Dan itu wajar (pernyataan Tifatul-red) menurut saya kalau PKS menghendaki kadernya,” jelas Jazuli di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Rabu, (11/7). 

Hanya saja, tidak tepat jika diksi yang digunakan Tifatul  justru menimbulkan kesan seperti mengancam. Sebab, selama ini kemitraan koalisi Gerindra-PKS sudah sangat erat. 

“Saya kira Pak Prabowo paling tahu rasanya kesetiaan PKS. Jadi menurut saya sebagai orang PKS saya tak ingin mengancam-ngancam. Politik ini tidak perlu mengancam, politik ini kan saling bahu membahu untuk mengokohkan sebuah bangunan kalau dalam koalisi. Kalau dalam bangsa mengokohkan sebuah bangunan bangsa,” terang dia. 

Dari internal dan dalam rapat bersama Majelis Syuro, terdapat 9 nama yang telah ditawarkan oleh PKS sebagai pendamping Prabowo di Pilpres, 2019 mendatang. Sambil menunggu keputusan Gerindra, PKS mengintruksikan kepada kadernya agar melakukan sosialisasi terhadap sembilan nama ini. 

Nama calon tersebut seperti Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher), Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid, mantan Presiden PKS Anis Matta, Gubernur Sumatera Barat Irwan Prayitno, Presiden PKS saat ini Sohibul Iman, Ketua Majelis Syuro PKS Salim Segaf Al Jufri, mantan Menkominfo Tifatul Sembiring, Muzzamil Yusuf, dan Mardani Ali Sera.


Reporter : Wem Fernandez

Editor: Rosyid



Wem Fernandez
11-07-2018 12:33