Main Menu

Mega dan Airlangga Bertemu, Cawapres Akan Dibahas Bersama Jokowi

Bernadetta Febriana
17-07-2018 11:10

Pertemuan Megawati Soekarnoputri - Airlangga Hartarto bahas cawapres. (Dok. PDI Perjuangan/FT02)

Jakarta, gatra.com - Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri mengadakan pertemuan dengan Ketua Umum Golkar Airlangga Hartarto, Senin (16/07) kemarin. Dalam pertemuan itu dibahas mengenai koalisi dua partai tersebut dan calon wakil presiden Joko Widodo dalam Pilpres 2019 nanti.

Pertemuan khusus yang dilakukan oleh Megawati dan Airlangga tersebut berlangsung lebih dari 2 jam dan membahas berbagai agenda strategis nasional kedepan. “Golkar dan PDI Perjuangan memiliki akar sejarah panjang. Gabungan kekuatan keduanya, tidak hanya kuat di DPR, namun mampu memastikan efektivitas dan stabilitas pemerintahan ke depan. Terlebih kerjasama Golkar dan PDI Perjuangan tersebut dilakukan sebelum pilpres, dan hal ini akan memperkuat jalan kemenangan Pak Jokowi”, ujar Airlangga.

Berkaitan siapa yang akan ditetapkan sebagai calon wakil presiden, kedua Ketua Umum Partai tersebut bersepakat bahwa hal tersebut akan dibahas bersama dengan Presiden Jokowi. “Setiap Partai Politik, di dalam menjalankan fungsi kaderisasi kepemimpinan wajar seandainya memerjuangkan Ketua Umumnya pada posisi strategis di tingkat nasional, “ kata Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto yang turut serta dalam pertemuan tersebut.

Megawati sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan pada tahun 2014 juga banyak didorong sebagai Calon Presiden, kata Hasto, namun Mega malah mendengarkan aspirasi rakyat dan lebih memilih memberikan mandat dan mencalonkan Pak Jokowi.

Sama dengan Golkar, lanjut Hasto, Airlangga merupakan representasi Golkar, memiliki pengalaman yang luas, dan kepemimpinannya telah teruji sejak jaman mahasiswa. Kepemimpinan Airlangga juga dinilai merangkul dan membangun dialog. “Jadi PDI Perjuangan sangat memahami apabila Golkar mencalonkan Pak Airlangga untuk mendampingi Pak Jokowi, sebab hal itu merupakan cita-cita setiap Partainya untuk mendorong kadernya,” katanya.

Namun tentunya hal tersebut akan didialogkan bersama. “Yang pasti, pertemuan tersebut sangat kondusif dan banyak hal-hal fundamental yang dibahas terkait dengan kerjasama kedua Partai saat ini dan kedepan”, kata Hasto.

Pada kesempatan tersebut juga disepakati pentingnya dukungan kepada Presiden Jokowi, juga diserta dengan agenda penataan sistem dan kelembagaan politik nasional agar sesuai dengan Pancasila sebagai jiwa dan kepribadian bangsa.

Di kalangan Golkar, kata Airlangga, masih banyak politisi senior. “Kami usulkan untuk membentuk  tim kerja untuk melakukan kajian bersama terhadap proses amandemen dan kemudian memerjuangkan bagaimana MPR memiliki kewenangan di dalam menetapkan Garis Besar Haluan Negara”, ujar Airlangga,.

Hal ini ditanggapi secara serius oleh Megawati dan menceritakan bagaimana Bung Karno pada tahun 1960-an mengumpulkan lebih dari 600 doktor dan merancang Pola Pembangunan Semesta Berencana. “Pola Pembangunan  Semesta tersebut harus dipelajari kembali dan ditangkap ruhnya sebagai haluan negara yang menjabarkan Pancasila agar Indonesia berdaulat, berdikari, dan berkebudayaan”, kata Megawati penuh semangat. 


Editor : Bernadetta Febriana 

 

Bernadetta Febriana
17-07-2018 11:10