Main Menu

SBY: Usai Bahas Lima Isu Nasional, Kemungkinan Koalisi dengan Gerindra Terbuka Lebar

Hidayat Adhiningrat P.
24-07-2018 22:19

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono menerima kedatangan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/afn)

Jakarta, Gatra.com - Pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto membahas soal lima isu nasional. Hal tersebut dikatakan SBY dalam konferensi pers seusai pertemuan antara keduanya.

 

"Kami membahas dengan serius perkembangan isu nasional empat tahun utamanya permasalahan yang dihadapi dan dialami rakyat Indonesia. Disoroti 5 isu nasional, akan dibahas one by one, satu demi satu," kata SBY di kediamannya, kawasan Mega Kuningan, Jakarta, Selasa (24/7/2018).

Mengenai isu ekonomi, pertemuan menyinggung perkembangan ekonomi dan kesejahteraan rakyat. Di antaranya adalah isu lapangan kerja, keseimbangan pembangunan manusia dengan infrastruktur, hingga kebijakan pajak.

“Menyangkut ekonomi dan kesejahteraan rakyat adalah penghasilan dan daya beli golongan orang mampu, 40% kalangan bawah yang jumlahnya sekitar 100 juta orang itu jadi sorotan kami karena ada persoalan di situ," katanya.

Kemudian mereka juga membicarakan soal penegakan hukum dan pemberantasan korupsi selama pemerintahan saat ini. Mereka berdua berharap, penegakan hukum tak dijadikan alat politik. "Bebas intervensi, dan hukum tidak menjadi alat politik," tegas SBY.

SBY, dalam statement, juga menyinggung perkembangan politik dan demokrasi selama 4 tahun terakhir ini. SBY menekankan, bahwa pihaknya dengan Prabowo sepakat untuk menangkal hoax alias berita bohong.

"Ketiga politik dan demokrasi kita sungguh berharap implementasi konstitusi dan UU Ketatanegaraan yang benar dalam kehidupan kita, juga pentingnya check and balances antarnegara, termasuk independensi antarnegara legislatif, yudikatif, dan eksekutif, termasuk kebebabasan pers, netralitas pemilu. Kami juga mendukung penertiban hoaks," urai SBY.

Tak hanya itu, SBY dan Prabowo juga sepakat untuk menjaga persatuan dan kerukunan di masyarakat.

Mereka berkomitmen untuk menjaga kebhinekaan dan toleransi, dan menegaskan menolak Islamofobia.

"Keempat kami menyoroti pentingnya menjaga persatuan, kerukunan sosial dan sikap antiradikalisme, persatuan bagnsa penting untuk kita jamin dan jaga secara bersama. Juga kebhinnekaan dan toleransi. Kami sependapat kita tidak boleh membiarkan ekstremisme kekerasan terjadi di negara ini dengan dalih apapun, namun kami Demokrat dan Gerindra menolak islamofobia," ucapnya.

Terakhir, SBY dan Prabowo juga sepakat untuk menjaga ideologi negara yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945. Mereka sepakat menolak berdirinya negara agama.

"Kami sepakat mempedomani dan menjalankan pancasila dan UUD 1945 jangan diragukan itu. Juga menolak dan mencegah berupaya menghadirkan paham dan ideologi lain, yang mengancam Pancasila dan UUD 1945, dan juga pikiran untuk berdirinya negara agama, karena bertentangan dengan Pancasila dan konstitusi kita," tutur SBY.

Berdasarkan pada itu semua, SBY mengatakan bahwa kemungkinan koalisi antara Partai Demokrat dan Partai Gerindra terbuka lebar.

"Saya harus mengatakan jalan untuk membangun koalisi ini terbuka lebar apalagi setelah kami berdua sepakat atas apa yang jadi persoalan bangsa, sepakat atas apa yang diharapkan rakyat hingga grassroot sebelum kami bicara koalisi," katanya.


Reporter : Hidayat Adhiningrat P
Editor : Mukhlison

Hidayat Adhiningrat P.
24-07-2018 22:19