Main Menu

Ini yang Mengganjal Demokrat Hingga Gagal Berkoalisi dengan Jokowi

Abdul Rozak
26-07-2018 08:47

Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). (GATRA/Adi Wijaya/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Ketua Umum Partai Demokrat sekaligus Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) membeberkan hubungan dengan Ketua Umum PDIP dan Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri belum pulih. Hal itu membuat Demokrat sulit masuk ke dalam koalisi pemerintah.

 

"Realitas hubungan saya dan Bu Megawati belum pulih, masih ada jarak dan hambatan di situ," ungkap SBY kepada awak media di bilangan Mega Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (25/7) malam. Hubungan dingin tersebut berjalan hampir 15 tahun. Banyak pihak berupaya mencairkan kebekuan antara SBY dan Megawati, termasuk mendiang Ketua MPR RI sekaligus suami Megawati, Taufik Kiemas.

 

SBY mengatakan sudah banyak cara ditempuh untuk mencairkan hubungan dengan Megawati. Meski demikian, SBY menegaskan selama ini tidak ada hambatan komunikasi dengan Presiden Jokowi. "Ikhtiar menjalin komunikasi (dengan Megawati) saya lakukan kurang lebih 10 tahun. Termasuk mendiang Taufik Kiemas berusaha untuk memulihkan silaturahim kami berdua, tapi Allah belum menakdirkan hubungan kami baik," tutup SBY.

 

Menurut sumber Gatra.com di Istana puncak perseteruan SBY-Mega terjadi saat Demokrat berusaha menjalin koalisi dengan Jokowi. Sudah deal Demokrat di dalam, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mendapat portofolio menteri. Namun, ketika sampai di tangan Megawati, nama AHY langsung dicoret.

 

Sehingga Demokrat berusaha membetot Golkar dari koalisi dengan membentuk poros ketiga. Dimulai dengan pertemuan SBY-JK disusul pertemuan dengan SBY-Airlangga Hartarto. Namun, poros ketiga jauh panggang dari api. Dan mentah setelah JK menolak duet JK-AHY. "Kami yang pertama kali mengusung Pak Jokowi, tidak mungkin keluar dari koalisi," kata Airlangga Hartarto.


Reporter: Abdul Rozak

Editor: Rohmat Haryadi

Abdul Rozak
26-07-2018 08:47