Main Menu

Konsolidasi Sajian Petai Koalisi Parpol Jokowi

Hendry Roris P. Sianturi
01-08-2018 13:15

Sembilan Sekjen partai pendukung Presiden Joko Widodo (ANTARA FOTO/Puspa Perwitasari/yus4)

Bogor, gatra.com - Ba’da maghrib, para Sekretaris Jenderal (Sekjen) partai politik telah berkumpul di Istana Bogor. Tampilan kesembilan Sekjen Parpol tersebut tampak santai dengan mengenakan kaos berkerah berwarna partai masing-masing. “Warna warni ini simbol bersatu padu untuk memenangkan Pak Jokowi,” kata Sekjen DPP Partai Golkar, Lodewijk Freidrich Paulus, (31/07).

 

Selain Lodewijk, delapan Sekjen yang hadir adalah, Sekjen PSI Raja Juli Antoni, Sekjen PKPI Verry Surya Hendrawan dan Sekjen Perindo Ahmad Rofiq. Ketiganya dari partai pendukung. Sementara Sekjen dari partai pengusung adalah, Sekjen PPP Asrul Sani, Sekjen Nasdem Jhonny G Plate, Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto, Sekjen PKB Abdul Kadir Karding dan Sekjen Hanura Herry Luntung Siregar.

 

Sekitar satu jam, sembilan Sekjen melakukan pertemuan tertutup dengan Presiden RI Joko Widodo. Topiknya, mengenai strategi pemenangan Pilpres 2019. “Tadi dapat arahan bagaimana organisasinya, bagaimana kerja-kerja teknisnya,” ujar Abdul Kadir.

 

Selesai berbincang serius, Jokowi mengajak para Sekjen menikmati santap malam prasmanan di Grand Garden Cafe, kawasan Kebun Raya Bogor. Sekitar pukul 19.19 WIB, Jokowi dan Sekjen-sekjen tiba di Grand Garden Café. Kali ini, perbincangan lebih santai dan sesekali diselengi guyon. Pantauan gatra.com, tampak Jokowi dan Sekjen-sekjen Parpol tertawa renyah sambil menikmati sajian petai. "Tidak perlu tegang-tegang. Petenya khusus," katanya.

 

Makan malam bersama itu juga membahas tentang bundelan kertas yang berisi pencapaian kinerja pemerintahan Jokowi selama ini. Bundelan tersebut sudah disiapkan jauh hari oleh tim Kantor Staf Presiden (KSP) dan Sekretariat Kabinet untuk materi kampanye yang akan digunakan Parpol. “Bundelan capaian kinerja pemerintah. Kita diberi tugas untuk mensosiallisasikan ini,” ujar Hasto.

 

Pukul 20.29 WIB, Jokowi dan kesembilan Sekjen selesai santap malam. Sekjen PKB, Abdul Kadir mengatakan, santapan makanannya berbeda dengan Jokowi. Abdul Kadir lebih senang makan sop buntut dan nasi goreng. “Kalau presiden nasi putih minumnya coffee latte kayaknya,” kata Abdul.

 

Menurut Hasto, ada empat poin yang dibahas bersama presiden. Pertama, kesembilan Parpol pendukung Jokowi berkomitmen mendukung dan memformulasikan tata pemerintahan Jokowi periode kedua. Kedua, Jokowi dan Sekjen-sekjen membahas langkah-langkah strategis yang akan dilakukan Parpol pengusung dan pendukung memenangkan Jokowi.

 

Hasto mengatakan, partai koalisi akan mempersiapkan program nawacita kedua Jokowi. Tim khusus penggodoknya sudah dibentuk. Untuk pematangannya, kata Hasto, akan melibatkan seluruh partai politik koalisi Jokowi.”Betul-betul terjadi sinergi dalam hal visi misi dengan Pak Presiden itu sendiri,” ujarnya.

 

Topik pembicaraan ketiga, pembahasan tim kampanye agar Piplres 2019 dan Pileg dapat berjalan dengan baik. “Kami sepakat bersama-sama, untuk sepenuhnya memastikan jalan kemenangan untuk rakyat terhadap Bapak Jokowi,” ujar Hasto.

 

Pembentukan Tim sukses juga akan melibatkan Capres dan Cawapres. “Kami konsultasikan nanti dengan Bapak Jokowi dan Cawapres. Mengingat tim kampanye dibentuk calon presiden dan Cawapres,” katanya.

 

Terakhir, Jokowi memberikan arahan-arahan khusus kepada para Sekjen. Hasto enggan mengungkapkan isi arahan tersebut. “Intinya teknis aspek-aspek strategis apa yang harus dipersiapkan. Intinya seluruh partai politik, sudah membahas sampai tahap detail strategi dan operasional pemenangan presiden,” katanya.

 

Sekjen Nasdem Jhonny G Plate mengakui, Jokowi tidak mengundang parpol yang belum mendeklarasikan dukungan di Pilpres 2019. Misalnya PAN, Plate mengakui, Jokowi tidak mengundang Sekjen PAN dalam pertemuan tersebut. “Malam ini koalisi Capres 2019. Yang sudah deklarasi, menudukung Pak Joko Widodo. Kebetulan PAN sedang berunding, Kita belum tahu keputusannya nanti apa,” kata Plate.

 

Kepada gatra.com,, Asrul Sani mengklaim bahwa koalisi Parpol pengusung dan pendukung Jokowi saat ini tidak saling sikut-sikutan untuk memperebutkan posisi Cawapres. “Katakanlah ada ketua partai yang ingin, itu wajar. Tapi tidak sodok-sodokan. Sodok-sodokan itu kan biasanya ditandai dengan menegasikan. Nggak ada juga kita bicarakan portofolio,” kata Asrul.

 

Asrul mengungkapkan, saat ini Jokowi sudah mengantongi satu nama kandidat Cawapresnya. Hanya saja Asrul enggan membocorkan sosok cawapres Jokowi. “Yang jelas satu mengerucutnya. Tapi yang satu itu siapa, kita belum tahu,” katanya.


 

Reporter : Hendry Roris Sianturi

Editor : Bernadetta Febriana

Hendry Roris P. Sianturi
01-08-2018 13:15