Main Menu

PKS Bakal Sakit Hati Jika Prabowo Pilih AHY

Abdul Rozak
07-08-2018 16:20

Prabowo Subianto dan Agus Harimurti Yudhoyono. (GATRA/Ardi Widi Yansah/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Partai Keadilan Sejahtera (PKS) akan menjadi partai paling sakit hati jika Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto bersama Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pada pilpres 2019. PKS merupakan mitra koalisi Gerindra sebagai oposisi sejak 2014.

 Prabowo kembali maju di Pilpres 2019 diusung koalisi Gerindra, PKS, PAN dan Demokrat. PKS sendiri telah menyodorkan sembilan kader internal untuk mendampingi Prabowo di 2019.

 "Pasti sakit hati. Gerindra dengan PKS sudah lama pacaran tapi kawin dengan Partai Demokrat," ungkap peneliti senior LIPI Syamsuddin Haris di Hotel JS Luwansa, Jakarta Selatan, Selasa (7/8).

 Dari sembilan kader internal PKS calon pendamping Prabowo mengerucut ke Ketua Dewan Syuro Salim Segaf Al-Jufri. Mantan Menteri Sosial itu juga mendapat dukungan dari Forum Ijtima Ulama beberapa waktu lalu.

Posisi Salim terancam oleh kehadiran Demokrat di kubu oposisi yang ingin AHY mendampingi Prabowo di 2019. Padahal PKS lebih dahulu berkoalisi dengan Gerindra dan mendukung pencalonan Prabowo.

"PKS pasti akan kecewa, masa dari sembilan kadernya tidak ada yang layak sebagai cawapres, apalagi PKS, Gerindra dan PAN ada tiga sekawan pada pilkada 2018 di sejumlah wilayah," tutupnya.

 Beberapa waktu lalu, politisi senior PKS Mahfudz Siddiq mengatakan sudah cukup bersabar berkoalisi dengan Gerindra. Mulai dari pilpres 2014, PKS legowo saat Prabowo menjatuhkan pilihan kepada Hatta Rajasa dari PAN.

Pada Pilkada DKI 2017, PKS dipaksa Gerindra mendukung Anies Baswedan - Sandiaga Uno. Saat itu, PKS menyodorkan Mardani Ali Sera sebagai calon gubernur atau wakil gubernur untuk Sandiaga Uno.

"PKS ini paling banyak bersabar dan mengalah kepada Gerindra, sejak pilpres 2014, Pilkada DKI Jakarta. Masa kita mau sabar lagi di pilpres 2019 ini," kata Mahfudz.

 

Reporter: Abdul Rozak

Editor: Rosyid

Abdul Rozak
07-08-2018 16:20