Main Menu

Sekjen PPP: Pintu PAN-PKS Masih Terbuka di Koalisi Jokowi, Tapi...

Wem Fernandez
07-08-2018 21:08

Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Asrul Sani (Antara/Hafidz Mubarak A/afn)

Jakarta, Gatra.com - Sekretaris Jenderal Partai Persatuan Pembangunan (Sekjen PPP) Arsul Sani menyebutkan, partai politik yang tergabung dalam koalisi pendukung petahana Joko Widodo (Jokowi) masih membuka pintu bagi partai yang hendak bergabung. Di samping PPP, ada juga sembilan partai yang ikut dalam barisan pendukung.


“Komunikasi politik dengan partai yang belum bergabung itu tetap berjalan, itu lah mengapa Pak Hasto (Sekjen PDI Perjuangan) tidak menutup kemungkinan. Bukan masih menunggu, komunikasi masih berjalan, bisa tetap, bisa bertambah, kalau bisa jangan berkurang,” kata Arsul di Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (7/8).

Saat ini masih ada dua partai di luar Gerindra dan Demokrat yang belum menentukan arah koalisi seperti PKS dan PAN. Meski selama ini lebih condong kepada Gerindra yang mengusung Prabowo Subianto, tak menutup kemungkinan keduanya justru berlabuh ke Jokowi.

“Komunikasi dengan partai yang di luar sembilan ini. Kan tidak hanya PKS, PAN juga, PBB juga. (Komunikasi) Intensiflah, bisa kayak orang makan obat, bisa teleponan sehari tiga kali,” ujar Arsul.

Arsul memastikan jika ada yang bergabung belakangan tidak akan merusak konfigurasi koalisi yang sudah ada. Partai baru justru harus mengikuti kultur yang sudah dibangun di internal Jokowi. Pun, selama di internal tidak pernah berbicara power sharing.

“Logikanya konfigurasi akan berubah kalau sudah melakukan power sharing dengan Jokowi. Wah, jangan ada yang masuk, nanti mengurangi jatah saya, atau ngubah portofolio saya. Karena kita enggak ada itu,”

“Tetapi kalau misalnya ada partai baru masuk kemudian nuntut saya baru mau masuk kalau saya dapat portofolio sekian-sekian, nah itu yang kita keberatan,” tegas dia.


Reporter: Wem Fernandez
Editor: Arief Prasetyo

Wem Fernandez
07-08-2018 21:08