Main Menu

Gerindra Minta Bukti Sandi Sawer Mahar Rp 500 Milyar

Abdul Rozak
09-08-2018 14:32

Ketua DPD Gerindra DKI Jakarta, Muhammad Taufik. (GATRA/Adi Wijaya/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Partai Gerindra meradang. Ketua Umumnya Prabowo Subianto dicap sebagai jendral kardus oleh Wakil Sekertaris Jenderal Partai Demokrat Andi Arief. Kicauan di media sosial Twitter tersebut mengisyaratkan rencana koalisi Gerindra - Demokrat tidak berjalan mulus.

"Prabowo itu jenderal yang legendaris, bukan kardus. Saya rasa itu tanggapan pribadi (Andi Arief)," ungkap Wakil Sekjen Partai Gerindra Andre Rosiade di Gondangdia, Jakarta Pusat, Kamis (9/8).

Andi Arief menyebut ada mahar politik yang dari Sandiaga kepada PKS dan PAN. Masing - masing partai dikabarkan menerima 'upeti' sebesar Rp 500 milyar agar menerima Sandi sebagai calon wakil presiden.

Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta Mohammad Taufik balik menyebut Andi Arief sebagai politisi kerdus. Taufik balik menantang Andi Arief untuk membuktikan segala ucapannya, termasuk soal mahar Rp 500 milyar. "Itu namanya orang enggak jelas. Yang ngobrol itu yang kardus, bukan Prabowo," kata Taufik.


 

Reporter: Abdul Rozak

Editor: Rosyid

Abdul Rozak
09-08-2018 14:32