Main Menu

PAN Tuntut Andi Arief Minta Maaf Soal Mahar Rp.500 Milyar

Wem Fernandez
09-08-2018 18:39

Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno. (Dok.Eddy Soeparno.wordpress/RT)

 

Jakarta, Gatra.com - Sekjen Partai Amanat Nasional (PAN) Eddy Soeparno meminta agar Andi Arief meminta maaf atas tuduhannya kepada Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto. 

Tuduhan yang dilontarkan Wakil Sekretaris Jenderal Partai Demokrat tersebut terkait politik transaksional yang memengaruhi sikap Prabowo dalam menentukan siapa yang bakal menjadi calon wakil presiden. 

“Tuduhan tersebut, pertama, tuduhan yang tidak berdasar. Kami juga heran ada tuduhan itu dan tidak ada  bukti yang konkret. Coba tuduhan dilanjutkan bukti konkret,” tegas Eddy di Jakarta, Kamis (9/8). 

Jika tak memiliki bukti, maka yang bersangkutan harus meminta maaf kepada Prabowo sekaligus kepada PAN karena pernyataan itu bisa menyesatkan masyarakat. “Kalau tidak mau PAN sebagai partai akan menuntut ke jalur hukum,” tegas Eddy. 

Bagi Eddy, pernyataan tersebut meski dilontarkan oleh elite partai, harus dipandang sebagai pernyataan pribadi. Oleh sebab itu, tidak akan berdampak langsung pada rencana koalisi PAN, Gerindra, PKS, dan Demokrat. 

“Kita bicara orang per orang, bukan institusi. Jadi yang menyampaikan hal tersebut sebuah individu dan itulah yang akan kita mintakan pertanggungjawabannya,” ujar Eddy. 

Kicauan Andi menuai kecaman beberapa petinggi partai. Selain PAN, PKS juga akan membawa hal ini ke jalur hukum. Andi menyebutkan, terjadi politik transaksional yang menggoyahkan sikap Prabowo dalam menentukan cawapresnya. Sandiaga disebutkan menyetor Rp.500 milyar kepada PAN dan PKS agar bisa dijadikan cawapres Prabowo. 


Reporter: Wem Fernandez  
Editor: Iwan Sutiawan

Wem Fernandez
09-08-2018 18:39