Main Menu

Gus Mus dan Ganjar Kaget Jokowi Pilih Cawapres Maruf Amin

Mukhlison Sri Widodo
09-08-2018 23:36

Gubernur Ganjar Pranowo (kiri) bersama Gus Mus (GATRA/Arif Koes Hernawan/yus4)

Yogyakarta, Gatra.com - Ulama KH Mustofa Bisri alias Gus Mus menyatakan kaget atas pilihan calon wakil presiden Joko Widodo yakni Ma'ruf Amin. 

 

Hal itu diungkapkan Gubernur Ganjar Pranowo saat bertemu dengan Gus Mus di rumah kiai kharismatis tersebut di Rembang, Kamis (9/8).

Ganjar bercerita usai salat magrib berjamaah, dia dan Gus Mus menikmati teh hangat. Namun tiba-tiba Gus Mus bertanya.

"Sampun maos berita mas? Dereng Gus. Lha pripun? Lha niki kok cawaprese Pak Ma'ruf Amin? (Sudah baca berita ini mas? Belum Gus. Lha bagaimana? Lha ini cawapresnya kok Pak Ma'ruf Amin?)," kata Ganjar menirukan ucapan pemimpin Ponpes Roudlotut Tholibin, Leteh, Rembang itu, seperti dalam rilis yang diterima GATRA.

Menurut Ganjar, Gus Mus kaget mengetahui Jokowi memilih Ma'ruf Amin sebagai pendamping. Ganjar pun mengaku juga kaget dengan penetapan Ketua MUI itu sebagai cawapres Jokowi.

Meski demikian, Ganjar bilang, Gus Mus bisa memahami pilihan itu setelah melihat dinamika politik bangsa. 

"Kulo kaget. Kulo nggih kaget Gus. Lha kagete pripun Gus? Nganu, mungkin pilihan e kudu niku (Saya kaget. Saya juga kaget Gus. Kaget bagaimana Gus? Nganu, mungkin pilihannya harus itu)," kata Ganjar kembali menirulam dialognya dengan Gus Mus.

Namun Ganjar mengaku sudah memperkirakan pilihan itu. Sebab Presiden Jokowi sebelumnya telah memberi bocoran tiga inisial M untuk kandidat pendampingnya.

"Kan dari dulu sudah diomongi dari dulu 3 M. Itu kan saya sudah tahu siapa saja," katanya.

Menurut Ganjar, Ma'ruf Amin sangat tepat mendampingi Jokowi dengan mempertimbangkan perkembangan politik tanah air. 

Menurutnya, tokoh dengan tingkat pemahaman agama yang tinggi sangat dibutuhkan.

"Jadi ketika hari ini situasi eksternal sosial, kapitalisasi agama dalam politik tinggi, maka saya kira butuh tokoh-tokoh agama dengan kapasitas yang tinggi sehingga bangsa ini jadi baik," ujarnya.

Ganjar pun tetap menyatakan dukungannya pada Jokowi. 

“Sudah pasti. Kancane Pak Jokowi masak ditakonke maneh (Temannya Pak Jokowi masak ditanyakan lagi)," katanya.

Menurut dia, berpasangan dengan pemuka agama membuat langkah politik Jokowi semakin menemukan arah yang jelas.

"Insya Allah masyarakat Jawa Tengah akan melihat dua hal. Satu pengalaman Pak Jokowi. Sebagai incumbent beliau melakukan hal yang konkrit," katanya.

Selain itu, kata Ganjar, pilihan ke Ma'ruf Amin akan menguatkan budaya paternalis yakni ketaatan masyarakat pada kiai dan orangtua.

"Maka Pak Ma'ruf pas. Urusan keragaman sosial Pak Ma'ruf pasti tahu. Dan Pak Ma'ruf kalau ngomong tenang, menyejukkan, dan kalau ndalil ora ana seng ngalahke (mengeluarkan dalil agama tidak ada yang mengalahkan," kata Ganjar. 

Ganjar juga yakin Mahfud MD yang sempat santer disebut sebagai cawapres Jokowi memahami situasi ini dan akan dilirik Jokowi untuk membantu di pemerintahan.

"Beliau sangat rasional banget dan sangat bisa memahami situasi seperti ini. Posisi yang pas sangat banyak untuk membantu presiden," katanya.


Reporter : Arif Koes
Editor : Mukhlison

Mukhlison Sri Widodo
09-08-2018 23:36