Main Menu

Ma’ruf Amin Cawapres, PKB Paling Diuntungkan

Sandika Prihatnala
11-08-2018 15:13

Razman Arief Nasution.(ANTARAnews/re1)

Jakarta, Gatra.com - Koordinator Bidang Hukum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Razman Arief Nasution menjelaskan kejadian sebelum terpilihnya KH Ma'ruf Amin sebagai calon wakil presiden (cawapres) pendamping Joko Widodo (Jokowi).

 

Menurut Razman keputusan tersebut memang diambil pada detik-detik terakhir menjelang deklarasi bersama dengan partai-partai pengusung dan pendukung di koalisi Jokowi di Restoran Plataran Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (9/8) sore lalu.

"Memang last minute itu. Sampai keluar suatu bocoran dari Sekjen kami kan waktu itu Pak Karding di twitter yang menyebut Pak Ma'ruf Amin. Memang itu adalah pilihan yang terbaik," kata Razman dalam diskusi dengan tajuk "Melodrama Capres dan Cawapres" di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/8).

Pada waktu yang sama, kandidat cawapres lainnya yakni Mahfud MD berada tidak jauh dilokasi karena dia diminta untuk menyerahkan CV dan mengukur baju untuk deklarasi cawapres. Hal ini dibenarkan oleh Razman.

"Benar memang Pak Mahfud sudah bersiap-siap bahkan beliau sudah diukur baju dan kelihatan memang baju itu mestinya dua yang dipakai Pak Jokowi karena Pak Jokowi sudah siap. Untuk Pak Ma'ruf tidak, karena last minute itu dihitung. Ini politik kan last minute," katanya.

Akhirnya lanjut Razman pada detik-detik terakhir semua partai politik di koalisi sepakat dengan pertimbangan membaca peta politik, mengikuti keinginan rakyat, membaca rekomendasi ijtima ulama dan macam-macam.

Razman secara pribadi sebagai kader baru di PKB mengaku merasa sedikit kecewa karena dia menginginkan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar atau Cak Imin yang dipilih sebagai cawapres Jokowi.

"Tapi begitu dipilih KH Ma'ruf Amin kita patuh karena kita melihat jika dibandingkan dengan sosoknya seorang Mahfud yang debatable tentang ke Nahdliyinnya maka Ma'ruf Amin adalah orang yang paling tepat mendampingi Pak Jokowi," katanya.

Secara keseluruhan sambung Rahman yang paling diuntungkan dengan terpilihnya Ma'ruf Amin sebagai cawapres Jokowi adalah PKB. Sebab Ma'ruf Amin menjabat sebagai Rais Aam Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU)

"NU sangat dekat dengan PKB kemudian massa kita jelas NU di Jawa Timur. Satu provinsi itu saja kita sudah bisa masuk kategori 4% untuk bisa lolos parliamentary threshold," katanya.

Razman juga sangat percaya diri bahwa dalam kontestasi Pilpres 2019 nanti untuk mengalahkan pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno akan sangat mudah bagi Jokowi-Ma'ruf Amin. Sebab,bagi Razman Jokowi mampu menangkap signal dan merealisasikan keinginan ijtima ulama yakni mengusung pasangan kombinasi nasionalis-religius.

"Bagi saya ini sudah 1-0. Berat bagi kubu sebelah Pak Prabowo dan Sandiaga Uno untuk menang karena pertarungan politik ini justru Pak Jokowi memahami keadaan," katanya. 


Reporter : DPU

Editor : Sandika Prihatnala

Sandika Prihatnala
11-08-2018 15:13