Main Menu

KIPP Minta Bawaslu Telusuri Isu Mahar Rp500 Miliar

Sandika Prihatnala
12-08-2018 19:00

Ilustrasi Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). (Dok. GATRA/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Sekretaris Jenderal Komite Independen Pemantau Pemilu (KIPP) Kaka Suminta berharap Bawaslu menelusuri mengenai kicauan Twitter Wasekjen Partai Demokrat Andi Arief mengenai mahar Rp500 miliyar. Kabarnya uang tersebut diberikan oleh Sandiaga Uno kepada Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

 

"Saya pikir ini harus menjadi isu publik karena kita harus konsen dan ini menjadi bagian money politics. Money politics akan mendistorsi baik proses maupun hasil. Saya pikir kita punya lembaga bawaslu. Bawaslu bisa menelusuri," kata Kaka di kantor Kode Inisiatif, Tebet Timur, Jakarta Selatan, Minggu (12/8).

Penelusuran kebenaran isu tersebut oleh Bawaslu kata Kaka akan membuat jelas bagi pihak-pihak yang tersangkut isu dalam hal ini PKS dan PAN.

"Kalau memang tidak ada harus kita katakan tidak ada. Akan tetapi juga kalau ada jangan dibuat tidak ada. Saya pikir ini menjadi tugas Bawaslu karena selama ini berkaitan dengan money politics menjadi sesuatu yang menjadi isu publik akan tetapi di sisi lain agak sulit untuk dibuktikan," katanya.

Oleh karena itu hal ini harus dibuktikan kepada publik sehingga memberikan efek jera jika memang terbukti ada mahar. Kaka menyarankan agar Bawaslu bekerjasama dengan KPK dan PPATK.

"Sudah ditegaskan dalam undang-undang artinya bahwa memang ada tahapan-tahapan yang bisa dilakukan oleh Bawaslu dalam hal ini tentunya sampai sanksi yang paling tertinggi adalah diskualifikasi berdasarkan undang-undang. Kita lebih baik menegakkan aturan kalau itu benar dibandingkan membiarkan," tandasnya.


Reporter : DPU

Editor : Sandika Prihatnala

Sandika Prihatnala
12-08-2018 19:00