Main Menu

Soal “Mahar Politik” Rp 500 Miliar, Wapres JK: Mungkin Maksudnya Biaya Kampanye

Anthony Djafar
14-08-2018 19:55

Wakil Presiden Jusuf Kalla. (Dok. GATRA/Dharma Wijayanto/FT02)

Jakarta, Gatra.com – Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengaku tidak tahu menahu soal adanya pengakuan dari politisi Partai demokrat Andi Arief yang menyebut jika Sandiaga Salahuddin Uno mengeluarkan “mahar politik" kepada PKS dan PAN masing-masing sebesar Rp 500 Miliar.


“Itu saya tidak tahu, tanya partai yang bersangkutan lah (PKS dan PAN). Pada zaman saya pimpin partai (Golkar) tidak ada (mahar politik). Waktu zaman saya dua kali ikut (Cawapres) juga tidak ada,” katanya kepada awak media usai meninjau kesiapan penyelenggaraan venue Asian Games, di Kompleks Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta, Selasa (14/8).

Ditanya soal apakah mahar politik sama halnya dengan dana kampanye, Wapres mengatakan bisa saja itu dikategorikan dana kampanye, dan mungkin pula ada negosiasi menyangkut dana kampanye, namun semua itu dapat ditanyakan ke KPU.

“Iya, bisa (masuk) dana kampanye, karena kan masing-masing partai yang berkampanye. Saya kira itu lebih banyak biaya kampanye. Saya lebih cenderung untuk (menyebutnya itu) mereka bernegosiasi untuk biaya kampanye,” kata Wapres.

Wapres malah berkelakar bahwa istilah mahar itu hanya ada pada orang yang ingin menikah.

“Mahar itu kalau orang (mau) kawin. Ha..ha...ha.. itu maharnya simbilok sekian riyal atau tak ada yang tinggi-tinggi kalau mahar,” katanya.

Malah Wapres menyebut mahar itu tidak sampai satu milyar. “Mana ada (mahar) tinggi satu miliar, kan ndak ada. Paling 10 juta, 20 juta, hehe,” katanya.

Ditanya soal dana kampanye sewaktu bersama dengan Jokowi, Wapres mengaku tentu ada, namun tidak tahu persis angkanya berapa.

“Biaya kampanye ada. Wah (angkanya) itu tanya KPU,” katanya.

Editor: Anthony Djafar

Anthony Djafar
14-08-2018 19:55