Main Menu

Sekjen PPP: Prabowo Tak Mungkin Vulgar Minta Dukungan ke PBNU

Wem Fernandez
16-08-2018 21:28

Arsul Sani.(Dok. PPP Jateng/re1)

 

 

- Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Arsul Sani menilai, kunjungan cakal calon presiden Prabowo Subianto ke Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) adalah hal yang lumrah. Kunjungan ini dilakukan setelah sebelumnya bersama bakal calon wakil presidennya, Sandiaga Uno bertandang ke PB Muhammadiyah.


“Saya kira pada level capres seperti Pak Prabowo atau Pak Jokowi, kalau datang itu kan tidak sekadar kemudian, ‘saya minta di dukung dong’. Tetapi yang utama diminta itu masukan apa yang harus dikerjakan atau ke depankan sebagai janji kampanye,” jelasnya di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (16/8).

Hal kedua yang diminta tentu minta bantuan kepada kedua organisasi Islam tersebut. Misalkan saja dalam pelaksanaan pilpres tahun depan ada isu-isu miring, maka kedua ormas tersebut bisa membantu untuk menetralkan.

“Organisasi seperti Muhammadiyah dan NU punya pengaruh besar di anggotanya,” singkat Arsul.

Lagipula, di luar kepentingan pilpres, kunjungan tersebut bisa dimaknai untuk tali silahturahmi dan bukan upaya untuk mempolitisasi agama.

“Jadi bagi capres itu kan rezekinya kalau terpilih jadi presiden. Memperpanjang umur ya paling tidak untuk tidak mencegah kesalahpahaman,” jelas anggota Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) ini.


Reporter: Wem Fernandez
Editor: Arief Prasetyo

Wem Fernandez
16-08-2018 21:28