Main Menu

Pasca Pengakuan Mahfud, Gerindra Khawatir Jokowi Tersandra

Wem Fernandez
17-08-2018 15:57

Mahfud MD ( ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/yus4)

Jakarta, Gatra.com - Politisi Gerindra Heri Gunawan memberikan apresiasi atas pengakuan mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD di Indonesia Lawyer Club TV One beberapa waktu lalu. 

 

Mahfud menyebutkan kalau dirinya batal terpilih sebagai bakal calon wakil presiden petahana Joko Widodo (Jokowi) lantaran dipengaruhi oleh tiga orang, yakni Ma'ruf Amin, Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar, dan Ketua Pengurus Besar Nadhlatul Ulama Said Aqil Siradj.

“Saya mengapresiasi kali pertama keterbukaan terjadi dalam era reformasi dimana dalam penentuan calon wakil presiden memang itu hak prioritas presiden tetapi akan lebih baik hak tersebut tidak tersandera oleh beberapa koalisi mengatur presiden,” jelas Heri di Jakarta, Jumat, (17/8). 

Bagi Heri pengakuan ini juga membuka kepada publik sosok Jokowi yang tidak memiliki integritas. Sebagai kepala negara seharusnya Jokowi tidak mudah didikte dan mampu mengambil keputusan sendiri. 

“Jadi kalau A ya A. kalau B ya yang B artinya sebaiknya presiden sendiri yang menentukan bukan dipengaruhi oleh orang lain,” terang dia.

Anggota Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) ini khawatir jika terpilih Jokowi justru disandera oleh kepentingan kelompok tertentu. Alih-alih fokus pada kepentingan bangsa, kinerja pemerintahan lebih mementingkan kelompok. 


Reporter : Wem Fernandez 
Editor : Mukhlison

Wem Fernandez
17-08-2018 15:57