Main Menu

Timses Jokowi: Serangan Darat dan Udara Harus Konvergen

Andhika Dinata
25-08-2018 13:46

Rapat Umum Relawan Jokowi se-Indonesia yang diikuti ribuan relawan dari lebih 100 organisasi tersebut mendeklarasikan dukungan untuk Presiden Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden 2019. (ANTARA/Arif Firmansyah/RT)

Jakarta, Gatra,com - Gelanggang medsos jadi pilihan pertarungan para kandidat capres. Pertarungan jagad maya seringkali menjadi pertaruhan Timses dalam menggaet suara pemilih yang dominan berasal dari kalangan milenial yang kalkulasinya mencapai 100 juta lebih.

Tak terkecuali bagi Tim Kampanye Nasional Koalisi Indonesia Kerja yang mengusung Jokowi-Ma’ruf sebagai pasangan capres-cawapres pada kontestasi Pilpres 2019 mendatang.

Ketua DPP PDI Perjuangan Andreas Hugo Pereira menyebutkan bahwa Tim Kampanye Nasional Jokowi Ma’ruf tetap akan menjadikan medsos sebagai bagian dari strategi taktis tim pemenangan.

Masing-masing bidang dalam Tim Kampanye,  terang Andreas, saling bersinergi untuk menghasilkan kampanye medsos yang efektif.

Ada Divisi Program, Divisi Konten, Divisi Kampanye, Divisi Komunikasi Politik, Divisi Penggalangan Pemilih Muda, dan lain-lain. “Koordinasinya akan dilakukan oleh setiap bidang [Divisi] yang ada penanggungjawabnya.”

Semua lini medsos akan dikerahkan untuk menyuarakan pesan-pesan kemenangan. “Strategi kita secara umum tentu akan menggunakan semua akses medsos, media mainstream, dan akses langsung ke grass root,” ucap Andreas kepada Gatra.com.

Sementara itu politikus PDIP Eva Sundari menyebutkan, fokus medan tempur kampanye politik Jokowi-Ma’ruf melibatkan pertarungan di “darat” dan “udara”. “Kita tidak punya pilihan, pertarungan ada di dua wilayah. Udara dan darat. Tapi yang terpenting itu di darat karena tidak semua pemilih pakai medsos.”

Menurutnya, dalam strategi kemenangan nanti Tim Kampanye lebih berkonsentrasi pada pertarungan darat yakni menggalang dukungan langsung ke basis massa real. “Artinya konsentrasi harus di pertarungan darat,” kata Eva lagi.

Eva menerangkan, dalam kampanye berbasis digital itu, Tim Pemenangan akan menggencarkan kegiatan kampanye di media sosial dan media mainstream. Termasuk menggalang kekuatan basis relawan dan parpol pengusung.

“Ada divisi media [mainstream] dan media sosial. Kita akan gunakan dua resources yang punyanya parpol dan relawan-relawan pro Jokowi. Kita juga gembira ada pendukung-pendukung independen, mereka kita ajak komunikasi supaya energi konvergen,” terangnya.

Menggenjot kekuatan kampanye di medsos terang Eva, menjadi salahsatu terobosan untuk mengangkat elektabilitas Jokowi dalam sigi media sosial. Selama ini hasil polling Jokowi-Ma’ruf di jagad medsos, dilihat dari beberapa survei media, justru kalah jauh dari pesaingnya Prabowo-Sandiaga Uno.

Kekuatan kampanye di medsos akan diimbangi dengan gerakan para relawan yang menyisir kalangan pemilih muda milenial dan basis massa real yang belum tersentuh. Lagi-lagi Eva menyebut keduanya, serangan darat dan udara, harus konvergen.

“Keduanya bisa dijual paketan atau individu sesuai target yang ingin dijangkau. Masing-masing punya kekuatan yang tidak terlawan,” katanya.

Selain dari itu, anggota Komisi XI DPR itu menerangkan, Tim Kampanye sedang merampungkan naskah Nawacita II yang akan menjadi “jualan” Jokowi-Ma’ruf dalam kontestasi Pilpres mendatang.

Nawacita II akan diperkenalkan dan diseberluaskan sebagai materi kampanye nanti. Ia menyebut strategi kampanye Jokowi adalah kampanye positif dengan menyampaikan gagasan dan program berjalan, serta komitmen menghindari kampanye negatif berupa tebar fitnah dan hoax.

“Sementara kita fokus di media dan medsos, info terkait kinerja atau capaian Jokowi lainnya juga kita sampaikan. Tim lagi merampungkan gagasan berkemajuan Nawacita II, tunggu saja,” katanya.


Reporter: Andhika Dinata
Editor: Iwan Sutiawan

Andhika Dinata
25-08-2018 13:46