Main Menu

Budi Arie Nilai Gerakan 2019 Ganti Presiden Kian Tak Relevan

Iwan Sutiawan
30-08-2018 10:26

Ketua Umum PROJO, Budi Arie Setiadi. (Dok. DPP ProjoFT02)

Jakarta, Gatra.com - Ketua Umum Pro Jokowi (PROJO) menilai gerakan #2019GantiPresiden yang terus digaungkan semakin tidak relevan dan jauh dari semangat membangun demokrasi, memperkuat sistem presidensial, dan memajukan bangsa.

Budi di Jakarta, Kamis (30/8), menilai demikian karena menurutnya pendaftaran calon presiden dan wakil presiden (capres-cawapres) baru saja berjalan di Komisi Pemilihan Umum (KPK) di mana ada dua pasangan capres-cawapres yang akan berlaga, yakni Joko Widodo-KH Ma'ruf Amin dan Prabowo Subianto-Sandiaga Salahuddin Uno.

"Kita tunggu saja penetapan calon resmi KPU, 21 September 2018. Kalau mau menghormati proses demokrasi, kita tunggu saja dari KPU. Kecuali punya agenda lain, mengalihkan isu uang mahar misalnya," kata Budi.

Menurutnya, memang setiap warga negara mempunyai hak untuk menyalurkan aspirasi politiknya karena demokrasi menjamin itu. Namun jika itu dilakukan melalui provokasi dan penghasutan, maka tentunya akan menimbulkan perlawanan.

"Kenapa sih Gerakan Ganti Presiden enggak jadi Gerakan dukung Prabowo-Sandi saja? Toh masyarakat kan sudah cerdas dan tahu bahwa para penggeraknya hampir seluruhnya pendukung Prabowo-Sandi," ujar Budi.

Menurutnya, Gerakan Ganti Presiden semakin tidak relevan karena yang mengangkat dan memberhentikan Presiden itu adalah rakyat, sehingga sebaiknya tunggu saja pemilihan presiden pada April 2019 mendatang.

"Yang mengangkat dan memberhentikan Presiden itu rakyat. Tunggu saja tanggal 17 April 2019. Karena itulah pesta kedaulatan rakyat. Kita tunggu rakyat membuat keputusan," katanya.

Budi mengaku setuju-setuju saja soal ganti presiden. Namun penggantiannya dilakukan tahun 2024 karena mayoritas rakyat Indonesia pada 2019 mendatang masih menghendaki perubahan dan kerja nyata Jokowi.

"Karena Anda bisa membeli apapun dengan uang Anda. Tapi anda tidak bisa membeli pikiran, hati, dan harapan rakyat," kata Budi melalui keterangan tertulisnya.


Reporter: Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
30-08-2018 10:26