Main Menu

KPK Sayangkan Parpol Masih Ajukan Caleg Eks Koruptor

Iwan Sutiawan
01-09-2018 17:04

Wakil Ketua KPK Laode M Syarif (GATRA/Adi Wijaya/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menyesalkan partai politik (parpol) yang masih mencalonkan mantan terpidana kasus korupsi (koruptor) untuk menjadi kontestan dalam pemilihan legislatif (pileg) 2019 mendatang.

 

"Kalau kita imbau tapi masih ada tidak mengikuti, ya kita menyesalkan. Kita berharap sebenarnya imbauan itu untuk kebaikan, bukan untuk KPK, tapi kebaikan dari nama baik partai politik sendiri," ujar Laode M Syarif, Wakil Ketua KPK di Jakarta, Sabtu (1/9).

KPK sebelumnya sempat melakukan roadshow atau mendatangi parpol dan menyampaikan beberapa hasil kajian di antaranya tentang sistem transparansi keuangan parpol.

"Supaya me-manage keuangan partai dengan profesional, akuntabel, dan transparan. Kedua, soal kaderisasi, itu harus dilatih dan betul-betul orang yang dari bawah," katanya.

Tidak boleh orang yang baru masuk partai dan sebelumnya tidak pernah ikut atau aktif di parpol, tiba-tiba diusung menjadi bakal calon legislatif hanya karena mempunyai banyak uang.

Ketiga, lanjud Syarif, tentang penegakan etik. Jika ada kader melakukan perbuatan melanggar etik, maka harus dihukum. Apalagi yang melakukan tindakan melawan hukum dan sudah divonis pengadilan, maka papol harus melakukan tindakan.

KPK menyerahkan hal tersebut agar parpol melakukan tindakan, bahwa pelanggaran etik pun harus ditindak tegas. Terlebih yang sudah melakukan kejahatan terkait pidana seperti korupsi.

"Kita tidak rekomendasikan untuk jadi caleg. Tapi ya itu hanya imbauan, KPK enggak punya kewenangan untuk memaksakan," ujar Syarif.


Iwan Sutiawan

Iwan Sutiawan
01-09-2018 17:04