Main Menu

KPU: Relawan Wajib Laporkan Dana Kampanye ke Partai Politik

Wem Fernandez
03-09-2018 17:22

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman. (ANTARA /Hafidz Mubarak A/re1)

Jakarta, Gatra.com - Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Arief Budiman menyatakan, setiap relawan yang terhubung dengan salah satu kandidat yang maju di Pilpres atau Pileg tahun depan, wajib melaporkan sumbangan dana kampanye ke partai politik. 

 

Sebagaimana Peraturan KPU (PKPU), yang bisa melaporkan besaran dana kampanye adalah para peserta pemilu. Pada Pilpres laporan dana kampanye dilakukan oleh capres/cawapres, Pileg (DPR/DPRD Kabupaten dan Kota) oleh partai politik dan DPD RI oleh calon DPD RI. 

“Jadi, ada sekelompok orang membentuk relawan, badan atau segala macem kalau dia menghimpun dana dan digunakan untuk kampanye maka harus dilaporkan. Pertanyaan saya, relawan politik itu mengumpulkan dana kampanye atau nggak? (Kalau) Ya, laporkan ke partai politik,” jelas Arief di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Senin, (3/9). 

Dia menambahkan, pencatatan dana kampanye juga harus dilakukan sedetail mungkin. Dalam memberikan sumbangan, para donatur tidak boleh menyembunyikan identitas aslinya. 

“Di Pilkada pernah ada kok relawan yang melaporkan dana kampanye. Dan harus jelas identitasnya, kalau enggak jelas tidak boleh digunakan,” tegas Arief. 

Arief menambahkan, aturan soal dana kampanye ini hanya mengalami perubahan pada jumlahnya semata. Selebihnya, masih sama dengan Pilkada atau Pilpres di periode sebelumnya. 

Dalam draft PKPU dana kampanye Capres dan cawapres hanya bisa menerima maksimal Rp.25 miliar sumbangan dari parpol atau dari perusahan dan kelompok.  Sedangkan dana yang diterima kandidat dari perseorangan dibatasi maksimal Rp.2,5 miliar. 

 



Reporter : Wem Fernandez  

Editor: Rosyid

Wem Fernandez
03-09-2018 17:22