Main Menu

Sekjen PPP Minta Koalisi Prabowo-Sandi Beberkan Bukti 25 Juta Data Ganda

Wem Fernandez
04-09-2018 14:44

Sekjen PPP Arsul Sani (GATRA/Wem Fernandez/FT02)

Jakarta, Gatra.com - Koalisi partai pendukung Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengklaim menemukan 25 juta data pemilih ganda dalam dalam Daftar Pemilih Sementara (DPS) yang dibuat Komisi Pemilihan Umum (KPU). Mereka kemudian meminta KPU memperbaharui data sebelum menjadi Daftar Pemilih Tetap (DPT). 

 

Atas temuan ini, kubu koalisi Joko Widodo-Ma’ruf Amin pun memberikan reaksi. Sekjen Partai Persatuan Pembangunan (PPP), Arsul Sani mengungkapkan, sebaiknya kubu Prabowo memberikan bukti atas temuan tersebut. 

“Kalau memang itu [ada], berikan buktinya, jadi jangan ber-statement berbasis katanya-katanya, berikan saja buktinya mana 25 juta yang berganda itu? Minimal dengan random sampling, gitu dong!” terang Arsul di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (4/9). 

Koalisi Prabowo-Sandiaga juga hendak menolak rapat Pleno KPU yang digelar pada Rabu besok (5/9), dengan agenda penetapan DPS menjadi DPT jika data belum diperbarui. Bagi Arsul, setiap parpol koalisi memiliki hak untuk menolak penetapan DPS menjadi DPT. 

“Tetapi dalam menggunakan hak itu harus berdasarkan fakta dan bukti, kan itu. Tidak berbasis temuan, kalau ternyata masalahnya dan ada temuan tapi ternyata enggk 25 juta, ya mari kita lihat, perlu dikoreksi apa bener 25 juta,” terang dia. 

Temuan 25 juta pemilih ganda dalam DPS dibeberkan Sekjen PKS Mustafa Kamal saat konfrensi persi di SCBD, Senin kemarin (3/9). Data pemilih ganda, kata Mustafa, ditemukan dalam DPS yang berjumlah 137 juta. Alhasil, KPU diminta memberikan data terbaru sebelum menetapkannya menjadi DPT. 

“Dari 137 jutaan pemilih dalam DPS terdapat 25.410.615 pemilih ganda dibeberapa daerah. Bahkan di beberapa tempat ditemukan sampai 11 kali digandakan," kata Mustafa. 


Reporter: Wem Fernandez
Editor: Iwan Sutiawan

Wem Fernandez
04-09-2018 14:44